Tak Ada Imam, Warga di Kampung Muallaf Pinrang Tidak Shalat Tarawih

- Penulis Berita

Minggu, 18 April 2021 - 06:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Pilarindonesia.com – Kaum Muslimin di perkampungan muallaf, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, belum sepenuhnya bisa menikmati Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah dengan ceria.

Pasalnya, lantaran tak ada imam shalat Tarawih, warga yang rata-rata masih berstatus muallaf atau baru-baru memeluk ajaran Islam, terpaksa tidak melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah.

“Info dari Ustadz Farid (pemilik Yayasan Darussalam yang menyediakan lahan bagi para muallaf di lokasi itu), warga tidak jadi shalat Tarawih gara-gara tidak ada yang bisa jadi imam shalat Tarawih,” kata Ketua Forum Arimatea Sulsel, Ustadz Jumzar Rachman, Ahad (18/4/2021).

Menurutnya, seorang da’i yang selama ini melakukan pembinaan di tempat tersebut mengalami kecelakaan, sehingga untuk sementara menjalani perawatan dan meninggalkan kampung muallaf.

Ustadz Jumzar saat ini tengah mengupayakan da’i sekaligus imam untuk kampung muallaf.

“Sementara saya koordinasikan ke beberapa ormas Islam. Semoga secepatnya ada yang bisa kami peroleh dan segera antar ke kampung muallaf,” terang sosok pembina muallaf di Kota Makassar ini.

Untuk menjangkau kampung muallaf, terlebih dahulu masuk dan keluar dari Ibu Kota Kabupaten Pinrang, kemudian belok kanan ke arah wilayah PLN Bakaru, lalu belok ke kiri menuju kawasan pegunungan di Dusun Betteng. Melewati rute mendaki dan lumayan terjal dengan kondisi aspal jalanan yang belum mulus.

Kampung muallaf berlokasi di seberang bantaran sungai kecil yang didiami sejumlah kepala keluarga yang sebelumnya adalah penganut kepercayaan Aluk Todolo, Suku Toraja.

Atas donasi dari berbagai kalangan, sejumlah fasilitas seperti tempat ibadah berupa masjid telah berdiri. Juga bangunan khusus bagi pengunjung serta jembatan yang telah melintas di atas sungai.

Di atas gunung itu, terdapat sejumlah kawasan yang didiami para muallaf lainnya. Namun baru di lokasi itu yang sarana dan prasarananya cukup memadai.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan
Achmad Faiz Wakili Ponpes Modern Kurir Langit Barru Ikuti Pertandingan Panahan Tradisional SMP-SMA se-Sulsel di Makassar
MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy
Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang
Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang
Tahfiz Gratis Al-Hafisku Gowa Wisuda Perdana Penghafal Qur’an 30 Juz, Hadir Juga Juara Hafiz Indonesia
Dr Syamsuddin Arif Jelaskan Makna Akal dalam Diskusi Subuh di Masjid Sultan Alauddin Makassar
Hari Arafah Adalah Waktu Mustajab, Jangan Lupa Perbanyak Doa

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09