
Makassar, Pilarindonesia.com – Lembaga penghafal (tahfidz) Kitab Suci Alqur’an yang tidak memungut biaya alias gratis di Sulawesi Selatan semakin berkembang.
Salah satunya adalah Rumah Tahfidz Gratis Patawali bin Abdullahi.
Rumah Tahfidz milik Ustadz Farid Ma’ruf Nur tersebut memiliki empat cabang dengan total jumlah santri dan santriwati sebanyak 80 orang.
Rumah Tahfidz Gratis Patawali berpusat di Kampung Boddia, Desa Tamanyeleng, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Cabangnya ada di Kabupaten Takalar, dan di Kecamatan Pallangga serta Sungguminasa, Kabupaten Gowa.
“Alhamdulillah, semua santri dan santriwati tidak ada yang dipunguti biaya bulanan seperti pondok pesantren dan lembaga pendidikan pada umumnya. Murni gratis,” kata Ustadz Farid, Kamis (27/7/2023).

Para santri dan santriwati dibimbing dan dibina langsung Ustadz Farid bersama dengan sejumlah pembina yang rata-rata lulusan pondok pesantren, yang telah menghafal Alqur’an, dan mahir berbahasa Arab.
Sehingga, semua santri Rumah Tahfidz Patawali juga diharuskan bisa berbahasa Arab dan mampu menyelesaikan 30 juz Alqur’an secara mutqin atau tahu arti serta paham makna dan kandungan Alqur’an.
“Jadi, bahasa keseharian santri kami di lingkungan pondok adalah bahasa Arab, karena seperti kita ketahui Kitab Suci Alqur’an berbahasa Arab, sehingga bahasa Arab ini juga menjadi penekanan bagi setiap santri,” tutur Ustadz Farid, yang juga dikenal sebagai ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Sulawesi Selatan.
Selain belajar ilmu agama dan menegakkan shalat lima waktu tepat waktu, para santri juga rutin qiyamul lail, shalat Tahajjud dan puasa-puasa sunnah, terutama puasa sunnah Senin dan Kamis.
Sumber Pendanaan
Rumah Tahfidz Gratis Patawali dibiayai pribadi Ustadz Farid Ma’ruf Nur bersama keluarga dan bantuan dari kalangan donatur.
Telah berjalan selama beberapa tahun lamanya, rumah tahfidz gratis ini terus berproses dalam mencetak para penghafal Alqur’an di usia dini.
Selain itu, antusiasme dari kaum Muslimin untuk memberikan donasi kepada para santri cukup tinggi, termasuk sumbangan berupa makanan di setiap waktu puasa sunnah Senin dan Kamis, serta pada momentum program Jumat berbagi di setiap hari Jumat.

Lingkungan Pondok
Pondok utama Rumah Tahfidz Gratis Patawali bin Abdullahi yang berada di Kampung Boddia, Desa Tamanyeleng, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, suasananya terbilang sangat mendukung bagi para santri penghafal Alqur’an.
Di lokasi ini, terdapat sebuah masjid, dan sebuah rumah panggung yang dijadikan para santri sebagai asrama tempat menginap. Di sampingnya merupakan hamparan persawahan dan perkampungan warga.
Di sela jadwal shalat, Masjid Al Barkah Patawali itulah dijadikan ruangan kelas bagi pembina dan para santri untuk proses belajar, mengajar dan menghafal Alqur’an, yang dibina langsung Ustadz Hudzaifah bin Farid bersama pembina muda lainnya.
Saat ini, Rumah Tahfidz Patawali sementara melakukan pembangunan gedung baru yang masih berlokasi di lingkungan pondok, yang bersebelahan langsung dengan asrama para santri.

Jenjang Pendidikan
Rumah Tahfidz Gratis Patawali bin Abdullahi memisahkan atau tidak menggabungkan antara santri laki-laki dan santriwati. Lokasi dan tempat belajar mereka terpisah.
Adapun untuk jenjang pendidikan, santri yang ditampung, ada usia pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah menegah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA).
“Pondok kami ini ada kerjasama dengan salah satu sekolah di Kabupaten Gowa. Jadi, setiap momentum ujian, mereka juga diikutkan ujian, sehingga setelah tamat, mereka juga dapat ijazah tamat belajar,” terang Ustadz Farid.










