Mekkah, Pilarindonesia.com – Pemegang kunci Ka’bah, Syekh DR. Shalih Zainal Abidin al Syaibi, menghembuskan nafas terakhirnya di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, pada Sabtu (22/6/2024) pagi Waktu Arab Saudi (WAS).

Syekh Salih wafat setelah berjuang melawan sakit dalam jangka waktu yang cukup lama.
Jenazah Syekh Salih dishalatkan di Masjidil Haram, Kota Suci Mekkah, usai subuh, pada hari yang sama, dan dikebumikan di pemakaman Al Mu’alla, Mekkah.
Syekh Shalih merupakan generasi ke-77 sejak Fathu Makkah (penaklukkan kota Makkah) di masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam dan generasi ke-109 sejak Qushay bin Kilab (kakek ke-5 Rasulullah) yang dipercayai memegang urusan Ka’bah.
Pemegang kunci Ka’bah tidak lain kecuali keturunan dari keluarga Bani al Syaibah.
Sebuah tradisi yang tak dilembagakan, namun berjalan tertib berdasarkan wasiat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam dan dari ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Mereka adalah keluarga penanggungjawab untuk merawat Ka’bah, mulai dari membuka, menutup, membersihkan, mencuci sampai dengan merawat kiswah Ka’bah.
Tugas tersebut diemban berdasarkan wasiat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam kepada datuk mereka, yaitu Utsman bin Abi Thalhah radhiallahu anhu.
Saat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam kembali ke Kota Suci Mekkah pada peristiwa penaklukan Kota Mekkah pada 8 Hijriyah, Rasulullah menyerahkan kunci Ka’bah seraya berkata kepada Utsman bin Abi Thalhah,
يا عثمان هذا هو مفتاح وهي تبقى في أيديكم خالدة تالدة لا ينزعها منكم إلا ظالم
“Wahai Utsman, inilah kunci Ka’bah. Kunci ini akan tetap berada di tangan kalian. Tidak ada yg akan mengambilnya dari kalian, kecuali orang yang zhalim.”
Menjelang Utsman wafat, ia mewariskan kunci tersebut kepada saudaranya, yaitu Syaibah.
Begitulah seterusnya hingga saat ini kunci Ka’bah diwariskan secara turun-temurun pada keturunan Bani al Syaibah.