
Makassar, Pilarindonesia.com – Yusran, salah seorang mahasiswa dari Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, berhasil mengkhatamkan Kitab Suci Alqur’an sebanyak 60 kali selama Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriyah / 2024 Masehi.

Karena prestasi yang mencengangkan itu, da’i kondang, Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, langsung memberikan hadiah berupa tiket umrah kepada Yusran.
Dikutip dari akun Facebook Rendy Saputra, saat Ustadz Fakhrurrazi mengisi kajian di Kampus STIBA Makassar, dalam bentuk sayembara, dia menantang bagi siapa saja mahasiswa yang mampu mengamalkan amalan Imam Syafi’i semasa hidupnya, yang mampu mengkhatamkan Kitab Suci Alqur’an sebanyak 60 kali selama Bulan Suci Ramadhan.
“Yaitu, sehari 2 kali khatam. Kalau berhasil, diumrohkan,” tulis Rendy, menirukan penyampaian Ustadz Fakhrurrazi, kala itu.
Imam Syafi’i, yang bernama lengkap Muhammad bin Idri Asy-Syafi’I, sebagai salah satu ulama madzhab, sebagaimana disebutkan oleh muridnya, Ar-Rabi’ bin Sulaiman, bahwasanya Imam Syafi’i biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali. Ditambahkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa khataman tersebut dilakukan dalam shalat. (Siyar A’lam An-Nubala’, 10: 36).
“Masya Allah, tabarakallah, tepat jelang adzan Maghrib, di hari terakhir bulan Ramadhan, saudara kita yang mulia, akhina Yusran, menuntaskan mengkhatamkan 60 kali khatam Al Quran,” tutur Rendy.
Karena sifatnya baru laporan di grup WhatsApp, dia melanjutkan, maka hari ini itu juga, Ustadz Fakhrurrazi bergegas melakukan verifikasi dan validasi, termasuk mengecek cara baca, ketetapatan tajwid, serta kepastian khatam Qur’an sebanyak 60 kalinya.
“Masya Allah, setelah melalui interview satu jam, ditambah juga dengan verifikasi dari para saksi yang membersamai kehidupan Yusran selama Ramadhan, beliau benar-benar khatam 60 kali,” terang Rendy
Yang Dilakukan Yusran Sehingga Khatam 60 Kali
Di antara dari sekian banyak tips yang diterapkan Yusran sehingga mampu mengkhatamkan Kitab Suci Alqur’an selama 60 kali selama Ramadhan kemarin, di antaranya tidak pegang telepon seluler atau sejenisnya selama menjalankan program itu, kecuali jika hendak melaporkan progres bacaan Qur’annya.
Tak hanya itu, tidurnya Yusran hanya 3 sampai 4 jam saja. Tidak banyak berbincang. Jika pun berbincang hanya dijeda shalat, buka puasa, dan kembali lagi mengaji.
Baca Juga:
Cara Cegah Efek Negatif Media Sosial Menurut Islam
Google Alqur’an, Ahmad dan Kamil Kuliah di STIBA Makassar