Merasa Cukup Bersama Allah

- Penulis Berita

Sabtu, 4 Juni 2022 - 01:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENCANA terbesar dalam hidup bermula disebabkan tidak merasa cukup bersama Allah Subhanahu wa ta’ala.

Awal dari semua ketangguhan dan martabat kehormatan adalah merasa cukup bersama Allah Subhanahu wa ta’ala.

Perjalanan menuju perjumpaan dengan Allah dan mengajak manusia kepada Allah tidak sepi dari berbagai tantangan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
فَإِن تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ [التوبة : 129]
“Jika mereka berpaling (dari keimanan), katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik ‘Arasy (singgasana) yang agung.” (at-Taubah : 129)

Jika kebaikan berbalas keburukan, jika kasih sayang berbalas kekerasan, dan dakwah kepada Allah mendapatkan penolakan keras maka ucapkanlah.

Terutama bagi para pejuang dakwah, agar menghafalnya dan mentadabburi ayat tersebut agar semakin kokoh dalam menghadapi ujian dalam dakwahnya dan bisa melindunginya dari hal-hal yang membahayakannya; baik dari sisi dunia maupun akhirat.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam dengan semua kesempurnaan perangkat dakwahnya tak luput dari berbagai ujian dan cobaan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ [التوبة : 128]
Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. (at-Taubah : 129)

Dalam hadits disebutkan:
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ فَقَالَ الْمَقْضِيُّ عَلَيْهِ لَمَّا أَدْبَرَ: حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : رُدُّوا عَلَيَّ الرَّجُلَ، فَقَالَ : مَا قُلْتَ؟ قَالَ : قُلْتُ حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ يَلُومُ عَلَى الْعَجْزِ وَلَكِنْ عَلَيْكَ بِالْكَيْسِ، فَإِذَا غَلَبَكَ أَمْرٌ فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Dari Saif dari ‘Auf bin Malik, ia bercerita kepada mereka bahwa nabi shallallahu `alaihi wa sallam memutuskan perkara antara dua orang, orang yang diputuskan kalah berkata saat beranjak, “Hasbiyallaahh wa ni’mal wakil (Cukuplah Allah bagiku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung).” Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Bawa kemari orang itu.” Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang kau ucapkan?” orang itu menjawab, “Hasbiyallaahh wa ni’mal wakil.” Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mencela kelamahan tapi hendaklah kamu bersikap cerdas, bila sesuatu mengalahkanku, ucapkanlah : “hasbiyallaahh wa ni’mal wakil.” (HR Ahmad)

Al-Firuzabadi (wafat 827 H) dalam kitab Sifrus Sa‘adah menjelaskan bahwa banyak kalimat-kalimat ruqyah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, di antaranya adalah

تحصَّنتُ بالذي لا إلهَ إلّا هو إلهي وإلهُ كلِّ شيءٍ
“Aku berlindung dengan Allah yang tiada tuhan yang berhak untuk disembah selain-Nya. Ia adalah tuhan segala sesuatu.”

واعتصمتُ بربِّي وبربِّ كلِّ شيءٍ
“Aku memohon pertolongan kepada Rabbku dan Rabb segala sesuatu.”

وتوكلتُ على الحيِّ الذي لا يموتُ
“Aku bertawakkal kepada Allah al-Hayyu al-ladzii laa yamuut (yang Maha Hidup yang tidak akan pernah mati).”

واستدفعتُ الشرَّ بلا حولَ ولا قوةَ إلّا باللهِ،
“Aku memohon perlindungan dari keburukan dengan laa haula wa laa quwwata illah billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).”

حسبيَ اللهُ ونعمَ الوكيلُ،
“Cukuplah Allah bagiku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.”

حسبيَ الربُّ من العبادِ،
“Cukuplah Rabb bagiku dari hamba-hamba-Nya.”

حسبيَ الخالقُ من المخلوقِ،
“Cukuplah Allah Maha Pencipta bagiku dari makhluk-Nya.”

حسبيَ الرزاقُ من المرزوقِ،
“Cukuplah Allah Maha pemberi rezeki bagiku dari orang yang diberi rezeki oleh-Nya.”

حسبيَ الذي هو حسبي،
“Cukuplah Allah bagiku yang Ia menjadi kecukupanku.”

حسبيَ الذي بيدهِ ملكوتُ كلِّ شيءٍ، وهو يجيرُ ولا يجارُ عليه،
“Cukuplah Allah bagiku yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu, sedangkan Dia melindungi dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab-Nya).”

حسبيَ اللهُ وكفى، سمِع اللهُ لمن دعا، ليس وراءَ اللهِ مَرمى،
“Cukuplah Allah bagiku dan dia telah memberikan kecukupan, mengabulkan hambanya yang berdoa kepada-Nya, yang tiada selain Allah yang menjadi tujuan.”

حسبيَ اللهُ لا إلهَ إلّا هو عليه توكلتُ وهو ربُّ العرشِ العظيمِ
“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik ‘Arasy (singgasana) yang agung.” (Sifrus Sa‘adah, 249)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَرَأَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ ۚ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ [الزمر : 38]

Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) bertanya kepada mereka (kaum musyrik Makkah) siapa yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Kalau begitu, tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka (sesembahan itu) mampu menghilangkan bencana itu atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah (sebagai pelindung) bagiku. Hanya kepada-Nya orang-orang yang bertawakal berserah diri.” (az-Zumar : 38).*

Jumat, 3 Juni 2022

Penulis: Ustaz Bachtiar Nasir

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan
MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy
Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang
Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang
Tahfiz Gratis Al-Hafisku Gowa Wisuda Perdana Penghafal Qur’an 30 Juz, Hadir Juga Juara Hafiz Indonesia
Dr Syamsuddin Arif Jelaskan Makna Akal dalam Diskusi Subuh di Masjid Sultan Alauddin Makassar
Hari Arafah Adalah Waktu Mustajab, Jangan Lupa Perbanyak Doa
Jangan Lupa Sahur Sebentar untuk Puasa Arafah Kamis Besok, Pahalanya Dahsyat

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09