Takalar, Pilarindonesia.com – Ustadz Misbahuddin, S.Ag., M.Ag., secara aklamasi terpilih menjadi ketua Korps Muballigh Majelis Kebangsaan Rahmatan Lil ‘Alamin (MAKRAM) Sulawesi Selatan.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar itu dipilih dan ditetapkan melalui musyawarah yang diadakan MPW MAKRAM Sulsel dan MPD MAKRAM Takalar, di Rumah Makan Pesisir, Pelelangan Ikan Beba, Kabupaten Takalar, pada Sabtu (13/7/2024).
Ustadz Misbahuddin mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pengurus untuk memantapkan struktur pengurusan.
“Dan yang paling mendesak saya kira adalah penentuan koordinator dan perwakilan mubbaligh di setiap daerah agar program dakwah segera berjalan,” ujar alumni Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, itu.
Ketua MAKRAM Sulsel, H. Ompo Tahir, SE., menyatakan rasa syukur dan kebahagiaan karena Korps Muballigh MAKRAM Sulsel telah terbentuk, dan program dakwah Islamiyah segera berjalan.
Dia menyebutkan, bahwa lembaga ini merupakan perekat serta sayap organisasi MAKRAM.
“Sebagai ikhtiar kita bersama untuk pencapaian misi rahmatan lil ‘alamin serta edukasi tentang wawasan kebangsaan,” kata H. Ompo Tahir.
Dia menyampaikan, ke depannya, MAKRAM akan terus merutinkan acara dialog dan kajian keislaman. Kemudian, berperan aktif dalam mendorong lahirnya pemimpin yang berakhlakul karimah. Berikutnya, menguatkan perekonomian dalam rangka pemberantasan kemiskinan.
Sementara itu, Amir MAKRAM Pusat, Dr. KH. Hasan Basri Rahman, dalam nasihatnya. Dia menguti Kitab Suci Alqur’an, surah Al Baqarah, ayat 208, tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk masuk ke dalam Islam secara menyeluruh (kaffah).
Dia mengingatkan agar jangan setengah-setengah dalam mengamalkan ajaran Islam.
“Karena orang Yahudi itu mengamalkan ajaran agama sesuai seleranya saja. Semoga kita tidak seperti orang Yahudi,” tutur Kyai Hasan Basri.
Menurut pemilik Pondok Pesantren Ukhuwah Muslimin Gowa itu, MAKRAM harus mampu melahirkan generasi yang berwawasan keislaman dan kebangsaan.
Olehnya, Kyai Hasan Basri, menyatakan pihaknya akan mencoba merumuskan konsep kurikulum yang berbasis keislaman dan kebangsaan.
“Di dalam MAKRAM ini, yang kita perlu padukan adalah kekuatan ilmu, kekuatan moral, dan mu’jizat dari Alqur’an, sehingga program belajar dan pengkajian Alqur’an tidak boleh berhenti, dan terus kita galakkan,” terangnya.
Adapun Ketua MPD MAKRAM Takalar, Ustadz Sirajuddin Bantang, S.Pd.I., yang juga selaku penanggungjawab acara, mengusulkan agar salah satu program kerja yang dalam waktu dekat ini bisa dilakukan adalah dialog menggali akar sejarah kerajaan Takalar dan kerajaan Wajo.