Korps Muballigh MAKRAM Sulsel Diketuai Dosen UIN Alauddin, Langsung Rapat Kerja di Pelelangan Ikan Beba Takalar

- Penulis Berita

Minggu, 14 Juli 2024 - 03:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar, Pilarindonesia.com – Ustadz Misbahuddin, S.Ag., M.Ag., secara aklamasi terpilih menjadi ketua Korps Muballigh Majelis Kebangsaan Rahmatan Lil ‘Alamin (MAKRAM) Sulawesi Selatan.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar itu dipilih dan ditetapkan melalui musyawarah yang diadakan MPW MAKRAM Sulsel dan MPD MAKRAM Takalar, di Rumah Makan Pesisir, Pelelangan Ikan Beba, Kabupaten Takalar, pada Sabtu (13/7/2024).

Ustadz Misbahuddin mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pengurus untuk memantapkan struktur pengurusan.

“Dan yang paling mendesak saya kira adalah penentuan koordinator dan perwakilan mubbaligh di setiap daerah agar program dakwah segera berjalan,” ujar alumni Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, itu.

Ketua MAKRAM Sulsel, H. Ompo Tahir, SE., menyatakan rasa syukur dan kebahagiaan karena Korps Muballigh MAKRAM Sulsel telah terbentuk, dan program dakwah Islamiyah segera berjalan.

Dia menyebutkan, bahwa lembaga ini merupakan perekat serta sayap organisasi MAKRAM.

“Sebagai ikhtiar kita bersama untuk pencapaian misi rahmatan lil ‘alamin serta edukasi tentang wawasan kebangsaan,” kata H. Ompo Tahir.

Dia menyampaikan, ke depannya, MAKRAM akan terus merutinkan acara dialog dan kajian keislaman. Kemudian, berperan aktif dalam mendorong lahirnya pemimpin yang berakhlakul karimah. Berikutnya, menguatkan perekonomian dalam rangka pemberantasan kemiskinan.

Sementara itu, Amir MAKRAM Pusat, Dr. KH. Hasan Basri Rahman, dalam nasihatnya. Dia menguti Kitab Suci Alqur’an, surah Al Baqarah, ayat 208, tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk masuk ke dalam Islam secara menyeluruh (kaffah).

Dia mengingatkan agar jangan setengah-setengah dalam mengamalkan ajaran Islam.

“Karena orang Yahudi itu mengamalkan ajaran agama sesuai seleranya saja. Semoga kita tidak seperti orang Yahudi,” tutur Kyai Hasan Basri.

Menurut pemilik Pondok Pesantren Ukhuwah Muslimin Gowa itu, MAKRAM harus mampu melahirkan generasi yang berwawasan keislaman dan kebangsaan.

Olehnya, Kyai Hasan Basri, menyatakan pihaknya akan mencoba merumuskan konsep kurikulum yang berbasis keislaman dan kebangsaan.

“Di dalam MAKRAM ini, yang kita perlu padukan adalah kekuatan ilmu, kekuatan moral, dan mu’jizat dari Alqur’an, sehingga program belajar dan pengkajian Alqur’an tidak boleh berhenti, dan terus kita galakkan,” terangnya.

Adapun Ketua MPD MAKRAM Takalar, Ustadz Sirajuddin Bantang, S.Pd.I., yang juga selaku penanggungjawab acara, mengusulkan agar salah satu program kerja yang dalam waktu dekat ini bisa dilakukan adalah dialog menggali akar sejarah kerajaan Takalar dan kerajaan Wajo.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan
MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy
Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang
Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang
Tahfiz Gratis Al-Hafisku Gowa Wisuda Perdana Penghafal Qur’an 30 Juz, Hadir Juga Juara Hafiz Indonesia
Dr Syamsuddin Arif Jelaskan Makna Akal dalam Diskusi Subuh di Masjid Sultan Alauddin Makassar
Hari Arafah Adalah Waktu Mustajab, Jangan Lupa Perbanyak Doa
Jangan Lupa Sahur Sebentar untuk Puasa Arafah Kamis Besok, Pahalanya Dahsyat

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09