Anak-anak Korban Gempa Mamuju; Kami Senang Diajari Mengaji Kakak dari Wahdah Islamiyah

- Penulis Berita

Kamis, 4 Februari 2021 - 07:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan kemanusiaan Wahdah Islamiyah mengajari anak-anak korban gempa Mamuju membaca Kitab Suci Alqur'an.

Relawan kemanusiaan Wahdah Islamiyah mengajari anak-anak korban gempa Mamuju membaca Kitab Suci Alqur'an.

Mamuju, Pilarindonesia.com – Langit senja mulai beranjak dari Dusun Tamasapi dan Dusun Tapodede, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (3/2/2021), sore itu.

Langkah mungil anak-anak pengungsi berjalan menyusuri jalanan dusun menuju sebuah rumah berdinding batu bata. Di terasnya lembaran tikar terhampar di atas lantai papan yang ditata seadanya. Sudah lebih sepekan halaman rumah itu dialihfungsikan menjadi tempat belajar mengaji bagi warga yang mengungsi.

Di tempat itulah Wildanun (8) dan Nurtasya (10) bersama dengan teman-temannya mengikuti kegiatan belajar Kitab Suci Alqur’an yang dibimbing relawan kemanusiaan dari ormas Wahdah Islamiyah.

“Saya senang ada kakak-kakak dari Wahdah yang mengajar kami mengaji, karena waktu gempa, ustadzah yang sering mengajar kami tidak bisa lagi datang mengajar, karena dia juga kena gempa,” tutur Wildanun sembari tersenyum.

Anak-anak korban gempa Mamuju belajar mengaji yang dibimbing relawan Wahdah Islamiyah.

Seorang relawan, Mahyuddin, mengatakan kegiatan pembinaan yang mereka lakukan senantiasa mendapat respons yang baik dari warga pengungsi, terutama anak-anak.

“Semangat anak-anak untuk mengaji sangat besar. Bahkan sebelum jam mengaji yang sudah ditentukan, mereka sudah ada di tempat mengajinya,” tuturnya.

Mahyuddin menyampaikan, sebanyak 75 anak yang mereka bina. Ia bagi menjadi dua kelas, yakni kelas pagi dan sore, sedangkan malam harinya diisi oleh ibu-ibu dan remaja.

“Untuk pagi dan sore hari, khusus anak-anak yang dibimbing mengaji, menggunakan Iqro, sedangkan malam harinya, untuk ibu-ibu menggunakan metode Dirosa (metode pengajian khusus untuk orang dewasa),” jelasnya.

Pasca gempa tektonik berkekuatan 6,2 skala richter yang mengguncang Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021), sejumlah relawan kemanusiaan ormas Wahdah Islamiyah diterjunkan ke lokasi bencana membantu warga yang mengungsi. Selain menyalurkan bantuan, relawan juga bertugas memberikan pembinaan mental, termasuk bimbingan belajar Kitab Suci Alqur’an.

Laporan: Jefriadi, relawan Wahdah Islamiyah

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan
Achmad Faiz Wakili Ponpes Modern Kurir Langit Barru Ikuti Pertandingan Panahan Tradisional SMP-SMA se-Sulsel di Makassar
MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy
Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang
Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang
Tahfiz Gratis Al-Hafisku Gowa Wisuda Perdana Penghafal Qur’an 30 Juz, Hadir Juga Juara Hafiz Indonesia
Dr Syamsuddin Arif Jelaskan Makna Akal dalam Diskusi Subuh di Masjid Sultan Alauddin Makassar
Hari Arafah Adalah Waktu Mustajab, Jangan Lupa Perbanyak Doa

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09