Prof Muh Asdar Lauching Institut Ekonomi Zakat, Buku Mantan Rektor IAIN Sorong Juga Dibedah

- Penulis Berita

Sabtu, 8 Juni 2024 - 07:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bedah buku

Bedah buku "Ekonomi Zakat di Indonesia", yang diadakan di Kafe Sehat Denbo Drink, Jalan Anggrek, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, pada Jumat sore (7/6/2024).

Makassar, Pilarindonesia.com – Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof. Dr. H. Muhammad Asdar, SE., M.Si., C.W.M., melaunching Institut Ekonomi Zakat (INEZA), di lantai II, Kafe Sehat Denbo Drink, Jalan Anggrek, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Jumat sore (7/6/2024).

Lembaga INEZA beranggotakan sejumlah akademisi, alim ulama dan tokoh ormas Islam serta dai muda.

Menurut Prof Asdar, INEZA hadir untuk bersinergi dengan pemerintah, lembaga zakat dan stakeholder terkait.

“Yang tujuannya adalah mengentaskan kemiskinan dan mensejahterahkan masyarakat,. Intinya adalah untuk kemaslahatan ummat,” tuturnya.

Dalam acara itu, juga ikut dibedah buku “Ekonomi Zakat di Indonesia”, yang ditulis oleh Prof. Hamzah Hasan Khaeriyah, M.Ag., mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong.

Diskusi yang dipandu Ustadz Takbir, S.Th.I., M.Th.I., itu dihadiri sejumah Guru Besar, di antaranya Guru Besar Filologi Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Nurhayati Rahman, M.Hum., serta Prof. Dr. Hamka Hasan, Lc., M.A.., dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta komisioner Baznas, dan beberapa tokoh ormas Islam.

Buku setebal 204 halaman itu beracuan pada disertari Prof Hamzah yang berjudul “Pendayagunaan Zakat Badan Amil Zakat Nasional Pada Peningkatan Kesejahteraan Umat, 2009”.

Prof Hamzah mengatakan, yang menjadi latar belakang dan memotivasinya menulis buku tersebut karena keprihatinannya dengan kajian zakat yang melulu mainstream dengan perspektif fikih. Kemudian, faktor lainnya adalah praktek pengelolaan zakat yang terkesan membagi-bagi, sehingga aspek risiko keuangan kurang dipertimbangkan.

Dia mengaku menggunakan teori Tagyir Al ahkam dengan pendekatan hukum Islam, manejemen dan sosiologi ekonomi.

Buku Prof Hamzah juga mengulas tentang isu strategis zakat meliputi kelembagaan zakat, konsep amil, prinsip desentralisasi zakat, pola keuangan zakat tunggal dan terintegrasi serta teori pendayagunaan zakat.

Dalam penjelasannya, penulis, yang juga merupakan dosen di UIN Alauddin Makassar, menyoroti efektifitas dan asas kebermanfaatan zakat yang selama ini dilakoni oleh para lembaga zakat, terutama pada pola pendistribusian hingga  perubahan kesejahteraan di tengah masyarakat.

“Semestinya ada peningkatan yang terjadi pada masyarakat penerima zakat. Jangan itu terus yang diberikan. Kalau perlu ada komitmen dari mereka, penerima zakat, bahwa ketika tahun ini sudah menerimanya, maka tahun berikutnya dia tidak lagi menerima, tetapi sudah masuk pada kategori pemberi zakat, misalnya,” terang Prof Hamzah.

Selain itu, dia juga menganggap, dana zakat yang disalurkan terkesan dianggap dana biasa saja oleh pemberi maupun penerima. Padahal, di dalamnya ada nilai sakralitas, karena zakat itu bagian dari ibadah dan kewajiban setiap Muslim.

Pada sesi tanya jawab, Prof. Nurhayati menyampaikan tentang problematika kemiskinan di Indonesia yang masih sulit diselesaikan, termasuk peranan lembaga zakat yang dianggapnya belum terlalu maksimal dalam pendistribusian zakat.

Adapun Dr. Agussalim Rahman, SE., M.Si., salah seorang akademisi dan juga penulis buku bergenre zakat, mengatakan efektifitas pendistribusian zakat perlu dibarengi dengan pola pendampingan yang profesional dan proporsional.

“Kami mencontohkan bahwa semestinya dari 500 penerima zakat harus didampingi dan dibimbing oleh minimal satu komisioner, sehingga harapan akan kehidupan yang produktif dan tidak lagi menjadi penerima zakat, mampu terwujud,” terangnya.

Penulis dan peserta bedah buku berpose usai kegiatan berlangsung.
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan
MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy
Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang
Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang
Tahfiz Gratis Al-Hafisku Gowa Wisuda Perdana Penghafal Qur’an 30 Juz, Hadir Juga Juara Hafiz Indonesia
Dr Syamsuddin Arif Jelaskan Makna Akal dalam Diskusi Subuh di Masjid Sultan Alauddin Makassar
Hari Arafah Adalah Waktu Mustajab, Jangan Lupa Perbanyak Doa
Jangan Lupa Sahur Sebentar untuk Puasa Arafah Kamis Besok, Pahalanya Dahsyat

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09