Waspada Atas Kuda Troya China

- Penulis Berita

Kamis, 6 Juni 2024 - 05:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Film “Troy” atau “Helen of Troy” sangat menarik, baik kisah percintaan terlarang dan berani antara Helen, putri Yunani, istri Raja Sparta Minelaus,  dengan Paris,  pangeran Troy, yang menculiknya, maupun pembalasan Yunani atas kerajaan Troya.

Dalam peperangan itu terbunuh Hector oleh Achilles, dan akhirnya pasukan Yunani pura-pura tinggalkan kuda kayu besar yang dikira oleh Troya sebagai simbol atau jimat perang.

Pasukan Troya membawa kuda kayu besar itu ke dalam kerajaan. Akibatnya fatal, sebab itu adalah tipuan Yunani. Di dalam kuda terdapat banyak personel tentara yang pada malam hari keluar untuk membunuh pasukan Troya yang terlelap atau lengah, lalu mengacak acak kerajaan. Ternyata kuda kayu itu telah menjadi penyebab dari kekalahan dan kehancuran Troya.

Investasi cantik RRC memikat Indonesia. Jokowi intens berhubungan. Bahkan membuat jembatan kerjasama erat 10 tahun yang “sukses”. Prabowo bertekad untuk melanjutkan. Duit China dibawa ke Indonesia.

Berbeda dengan cerita karya Homer di atas, China membiarkan “putri cuan” nya dibawa Indonesia. Namun dipersyaratkan pekerja China boleh ikut. Datanglah pekerja berbondong-bondong. Indonesia mengira itu adalah simbol perhatian dan “jimat” kesuksesan.

Ternyata cuan pinjaman, pengolahan lahan dan pabrik-pabrik yang dibangun China adalah Kuda Troya yang di dalamnya banyak “tentara” China. Mereka mungkin menginfiltrasi malam hari lalu bersiap untuk menginvasi. Tidak seperti dalam film atau buku, maka cara China menyusupkan tentara “Kuda Troya” ke Indonesia jauh lebih halus, strategis dan sistematis. Dengan tipu dan kepura-puraan tingkat tinggi.

Xi Jinping terlebih dahulu “membunuh” Jokowi di Chengdu dan Prabowo di Beijing. Dua putera Priam Raja Troya yaitu Hector dan adiknya Paris telah dibunuh akibat perbuatannya sendiri yang nekad menantang dan mengundang Yunani. Achilles sang “anak dewa” menjadi pahlawan yang mengobrak-abrik Troya. Helen dan investasi adalah penyebab dari penyerangan dahsyat.

Jika kita datang ke Turki, khususnya di daerah Hissarlik Anatolia, maka akan ditemukan arkeologi geologis yang dalam Iliad Homer bernama Turkish Truva.

Menurut Archeologist Brian Rose, itulah kerajaan Troy yang berada di tepi pantai laut Aegen, Provinsi Canakkale, Barat Laut, Turki Dardanelles, di kaki Gunung Ida. Di sana ada kisah tentang “Kuda Troya” Itu.

Kini duplikat Kuda Troya dapat dinikmati oleh pelancong. Mereka dapat melihat dan masuk ke dalam rongga tempat pasukan Akhaia Yunani dahulu berada. Gambaran dari kecerdasan dan kelicikan.
10 tahun pengepungan Yunani atas Troy berakhir dengan penghancuran kota akibat Kuda Troya.

Jokowi-Xi Jinping “merayakan” 10 tahun kerjasama erat kedua negara “two countries twin park”. Adakah pasukan China saat ini sedang berada di dalam “Kuda Troy China” yang menunggu dan bersiap-siap keluar untuk menginvasi Indonesia?

Sepanjang kita tidak waspada, maka bayang-bayang akan menjadi kenyataan. Pasukan Akhaia berubah menjadi pasukan China. Troya adalah Indonesia yang merana. Semoga Indonesia tidak tertipu oleh cuan dan investasi Kuda Troya China.

Bandung, 6 Juni 2024

Penulis: M. Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis
PT Super Tani Indonesia, Mitra Strategis Investasi Pertanian Nasional Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Karya Besar untuk Negeri, Pupuk Organik Plus Super Tani, Solusi Petani Cerdas
Pengaruh Campaign Net Zero Waste dalam Proses Pengelolaan Pendapatan Negara Versi BPDPKS
Skenario Netanyahu dalam Pembunuhan Ismail Haniyah
Heboh AJC di Indonesia
Opini: Tata Kelola dan Layanan Prima ala Bank Syariah
Opini: Urgensi Penyusunan Laporan Keuangan Rumah Ibadah Berstandar ISAK 35

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09