Kopdes Merah Putih, Wacana yang Tak Boleh Lagi Tertunda

- Penulis Berita

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Undru Mario, S.Sos., M.Si.

Andi Undru Mario, S.Sos., M.Si.

Pilar Opini – Lambannya respons sebagian kepala daerah dan pemerintah desa dalam merealisasikan program Kopdes bukan sekadar persoalan administratif, ini adalah sinyal peringatan bahwa ketahanan pangan urat nadi bangsa berisiko terjebak dalam ritme birokrasi yang lamban. Sementara itu, petani menunggu solusi nyata, bukan seremoni.

Pasca launching 2025, banyak Kopdes masih berhenti pada tahap kelembagaan dan simbolik, padahal yang dibutuhkan rakyat adalah implementasi konkret.

Melihat kondisi ini, PT Super Tani Indonesia mengambil langkah strategis dengan menggandeng BP Taskin untuk merealisasikan target besar: 80.000 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

Kolaborasi ini membawa dua misi utama;
1. Memperkuat sektor pertanian/ keberlanjutan agar desa mandiri pangan.
2. Membangun usaha desa yang berkelanjutan agar ekonomi rakyat benar-benar bergerak.

Jika Kopdes terus tertunda, dampaknya bukan hanya stagnasi program, tetapi runtuhnya kepercayaan petani terhadap agenda ketahanan pangan nasional. Ketika kepercayaan hilang, legitimasi kebijakan ikut melemah.

Di tengah dinamika sosial dan tingginya ekspektasi publik terhadap keadilan ekonomi, gerakan berbasis desa menjadi jawaban rasional dan strategis. Astacita Pangan Rakyat bukan sekadar slogan, tetapi kerangka gerakan nyata yang berpijak pada kebutuhan riil petani: pupuk terjangkau, produktivitas meningkat, biaya produksi menurun, dan kepastian usaha yang berkelanjutan.

Mengapa Harus Bergerak Sekarang?

Kekuatan :
Gerakan ini lahir dari desa, berakar pada kebutuhan rakyat, dan didukung kolaborasi kelembagaan serta swasta. Semangat Merah Putih menjadi fondasi nasionalisme ekonomi berbasis pangan.

Kelemahan :
Tanpa implementasi cepat, ia bisa dianggap sekadar retorika.

Peluang :
Publik menginginkan solusi konkret. Momentum kedaulatan pangan dan penguatan ekonomi desa terbuka lebar.

Ancaman :
Resistensi birokrasi dan politisasi dapat menghambat, jika tidak dikelola secara kolaboratif dan profesional.

Dari Wacana ke Gerakan Nyata
Melalui kemitraan strategis bersama BP Taskin, PT Super Tani Indonesia menawarkan model implementatif: Penguatan 80.000 Kopdes Merah Putih dengan skema ringan, terukur, dan berkelanjutan selama lima tahun.

Fokusnya jelas :
• Pupuk Organik Plus yang menekan biaya produksi.
• Penguatan kelembagaan Kopdes.
• Perputaran ekonomi desa.
• Pengentasan kemiskinan berbasis produktivitas.

Ini bukan sekadar program, tetapi fondasi desa mandiri pangan.

Penegasan Arah
“Tekad Kami Hanya Satu, Petani Indonesia Harus Maju.”

Petani masih menghadapi keterbatasan pupuk, air, benih, modal, dan kepastian pasar. Karena itu, kolaborasi nasional menjadi keniscayaan.

Melalui audiensi ini, kami memohon arahan dan sinergi strategis agar ketahanan pangan benar-benar menjadi gerakan nasional bukan sekadar wacana.

Desa kuat.
Petani sejahtera.
Indonesia berdaulat pangan

Penulis: Andi Undru Mario, S.Sos., M.Si., Direktur Utama PT. Super Tani Indonesia

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?
Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis
PT Super Tani Indonesia, Mitra Strategis Investasi Pertanian Nasional Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Karya Besar untuk Negeri, Pupuk Organik Plus Super Tani, Solusi Petani Cerdas
Pengaruh Campaign Net Zero Waste dalam Proses Pengelolaan Pendapatan Negara Versi BPDPKS
Skenario Netanyahu dalam Pembunuhan Ismail Haniyah
Heboh AJC di Indonesia
Opini: Tata Kelola dan Layanan Prima ala Bank Syariah

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:50

Dai WIZ Tempuh Medan Berat Antarkan Paket Berbuka Puasa untuk Mualaf di Pedalaman Banggai Sulteng

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:57

Putra Soppeng ini Mewakili Indonesia Ikuti Rukyatul Hilal Ramadhan di Arab Saudi

Rabu, 18 Februari 2026 - 03:52

Jelang Ramadhan 1447 H, Satu Keluarga di Pelosok Banggai Sulteng Masuk Islam

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:03

Kampung Qur’an Makassar Rutin Gelar Majelis Perbaikan Bacaan di Masjid Wihdatul Ummah

Senin, 2 Februari 2026 - 03:08

Jelang Ramadhan 1447 H, Ormas MAKRAM-Masjid Muh. Cheng Hoo Sulsel Berkolaborasi Lahirkan Da’i dan Imam Berkualitas

Selasa, 20 Januari 2026 - 03:42

Akhiri Safari Dakwah, Penulis Buku Ensiklopedia Ruqyah Asal Yordania Memberikan Nasihat Berharga kepada Kalangan Peruqyah di Makassar

Jumat, 10 Oktober 2025 - 22:52

Peresmian Masjid Umar Al-Faruq Milik RJA Dihadiri Wali Kota Makassar dan Imam Masjid dari Jeddah

Kamis, 18 September 2025 - 04:20

General Lecture Psikologi Islam & Psikologi ESQ Bersama Fatimah Abdullah & Ary Ginanjar: Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman

Berita Terbaru