Kematian Imigran Rohingya di Makassar, Forum Peduli Rohingya Minta UNHCR Perhatikan Pengungsi

- Penulis Berita

Rabu, 3 Februari 2021 - 05:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustadz Ije bersama dengan para imigran Rohingya Makassar. Dok. Pilarindonesia.com

Ustadz Ije bersama dengan para imigran Rohingya Makassar. Dok. Pilarindonesia.com

Makassar, Pilarindonesia.com – Forum Peduli Rohingya Makassar menyatakan duka dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya Munir, seorang imigran asal Rohingya, yang ditemukan tewas tergantung di kamarnya, di Pondok Nugraha, Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Ketua Forum Peduli Rohingya Makassar, Muhammad Iqbal Djalil, mengatakan jika Munir meninggal karena gantung diri, kemungkinan besar disebabkan guncangan psikologi akibat tidak adanya kejelasan agenda pemberangkatan para pengungsi Rohingya ke negara pihak ketiga yang menjadi tempat bagi mereka untuk mencari suaka atau perlindungan.

“Tentu kami sangat berduka atas meninggalnya saudara kita, Munir. Kami sangat berharap dan kembali meminta kepada pihak PBB, dalam hal ini UNCHR, untuk memberikan kepastian kepada para imigran Rohingya lainnya mengenai agenda pemberangkatan mereka, karena kami menduga ini salah satu faktor Munir nekat mengakhiri hidup jika memang dia mati karena bunuh diri. Mungkin akibat setres dan depresi,” kata Ustadz Ije, sapaannya, Rabu, 3 Februari 2021.

Menurut mantan anggota DPRD Makassar dua periode itu, imigran Rohingya termasuk yang paling banyak ditampung di Makassar, dan kebanyakan dari mereka sudah ada yang tinggal bertahun-tahun. Bahkan ada yang telah kawin-mawin dengan warga negara Indonesia.

Ustadz Ije mengatakan, yang warga Rohingya selalu tuntut kepada UNHCR adalah sesegera mungkin pemberangkatan ke negara tujuan suaka. Namun, UNCHR tidak serta merta mengikuti dengan berbagai alasan.

“Upaya advokasi kepada imigran Rohingya sudah berulang kali kami lakukan bersama dengan kelompok ormas Islam lainnya di Makassar. Berkali-kali telah diadakan perundingan di meja DPRD Sulawesi Selatan yang membahas masalah tersebut, juga tak kunjung membuahkan hasil. Penyampaian dari UNHCR, tetap itu-itu saja, dengan alasan kuota penerimaan imigran di negara yang akan dituju, serta kelengkapan dokumentasi lainnya,” terangnya.

Berita terkait:  Imigran Rohingya di Makassar Ditemukan Tewas Gantung Diri 

Forum Peduli Rohingya Makassar mencatat, sebanyak 200 lebih imigran etnis Rohingya asal Myanmar tinggal di Kota Makassar dan tersebar di sejumlah penampungan pengungsi. Puluhan di antaranya telah kawin-mawin dengan warga lokal. Dari ratusan jumlah imigran itu, rata-rata dari mereka sudah ada yang tinggal selama bertahun-tahun di Makassar sambil menunggu kepastian agenda pemberangkatan ke negara pihak ketiga yang menjadi tujuan suaka.

Munir ditemukan tewas di pondok yang menjadi salah satu shelter atau penampungan imigran di Kota Makassar, pada Selasa sore kemarin. Kondisi mayat sudah membusuk, karena diprediksi telah korban meninggal dunia sejak Jumat pekan lalu.

Kepala Polsek Tamalate, Kompol Arifuddin A., belum bersedia memberikan pernyataan terkait motif kematian Munir.

“Masih kami dalami (motifnya),” ujarnya melalui pesan.

Irfan

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sudah 2 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Pencarian Terkendala Cuaca dan Medan yang Ekstrem
Kementerian Keimigrasian dan Permasyarakatan Serahkan Dokumen Legalitas dan Kartu Izin Tinggal Terbatas kepada RFNs di Sulawesi Utara
Al-Fikri Peduli Salurkan Bantuan ke Korban Banjir dan Longsor hingga Pelosok Terisolir di Aceh Tamiang
Darul Aman Peduli Antar Amanah Kemanusiaan ke Aceh Tamiang, Bantuan Disalurkan ke Wilayah Terisolir
Menarik! Haircut SedeKahf Makassar Bantu Sumatera: Potong Gaya, Beri Daya
Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat Islam 2025 Digelar di Asrama Haji Sudiang Makassar Sabtu Hari ini
Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat Sulsel Digelar di Asrama Haji Embarkasi Makassar Akhir Bulan ini
Amran Sulaiman: Mentalitas dan Karakter Wahdah Islamiyah Kuat

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 00:21

Alumni Pesantren Darul Aman Gombara Makassar Juara Tilawah dan Hafalan Qur’an Tingkat Perguruan Tinggi di Malaysia

Minggu, 25 Januari 2026 - 06:58

Yayasan Al-Munir Wahdah Islamiyah Gowa Gelar Training Kepenulisan Jurnalistik, Diikuti 10 Sekolah dan Pesantren

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:20

Mahasiswa KKN Unhas Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan di Lapangan

Kamis, 20 November 2025 - 14:28

UNIMUDA Sorong dan UNS Bersinergi Angkat Daya Saing UMKM Papua Lewat Teknologi Water Cleaner

Senin, 10 November 2025 - 11:03

Santri Life Fair 2025 Ponpes Darul Aman Gombara Makassar Terlaksana Sukses dan Cukup Meriah

Jumat, 7 November 2025 - 06:56

Lewat Kosabangsa, UNIMUDA Sorong–Universitas Papua Perkuat UMKM Malagusa

Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:41

Ribuan Santri Bakal Ramaikan SITARUPA se-Indonesia Timur di Gedung Manunggal Makassar

Rabu, 22 Oktober 2025 - 23:58

Rahmat Anzari, Alumni Ponpes Darul Arqam Ponre Resmi Raih Gelar Doktor di Unhas

Berita Terbaru