Demi Keselamatan Anak, IDI Makassar Tolak Penyelenggaraan Sekolah Sistem Tatap Muka

- Penulis Berita

Selasa, 23 Februari 2021 - 06:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Makassar, dr Siswanto Wahab. Foto: Istimewa

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Makassar, dr Siswanto Wahab. Foto: Istimewa

Makassar, Pilarindonesia.com – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Siswanto Wahab, menyampaikan penolakan terhadap rencana pelaksanaan sekolah dengan sistem tatap muka di Sulawesi Selatan.

Apapun alasannya, kata dia, angka positif rate di Indonesia masih sekitar 38,16. Artinya 10 orang yang dilakukan testing swab/PCR, maka akan ada 4 orang positif, sementara standar WHO hanya 5 persen.

“Selain itu, angka Covid-19 di Sulawesi Selatan masih masuk 5-7 tertinggi di Indonesia, dan Makassar sebagai epicentrum. Atas dasar itu IDI Makassar menolak kebijakan tatap muka, baik secara bertahap atau sekaligus,” kata dr Anto, sapaan akrabnya, didampingi Humas IDI Makassar, dr Wahyudi Muchsin, Selasa (23/2/2021).

Dia mengingatkan, ada tiga poin penting untuk diperhatikan demi asa depan anak, yakni hak anak hidup, hak anak sehat dan hak anak mendapatkan pendidikan.

Dokter Anto menyampaikan, kalangan guru saja belum divaksin, apalagi siswa. “Siapa yang mau bertanggungjawab jika anak-anak kena Covid-19? Anak-anak bisa terpapar di sekolah. Bisa kena saat pergi atau pulang ke sekolah. Setelah itu membawa virus ke keluarga, dampaknya terjadi klaster sekolah serta meninggi lagi klaster keluarga,” tutur dokter ahli kulit itu.

Dokter Anto juga menyampaikan kebijakan yang dikeluarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada akhir tahun lalu agar dilakukan penundaan pembukaan sekolah untuk kegiatan pembelajaran tatap muka sampai guru dan peserta didik semua sudah divaksin Covid-19.

Dia mengatakan, semua pihak memiliki andil yang sangat besar untuk menurunkan transmisi, termasuk masyarakat dan pihak sekolah yang meliputi guru dan staf sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki risiko yang sama tertular dan menularkan Covid-19.

Kendati demikian, dr Anto menyarankan, idealnya untuk Sulawesi Selatan, dilakukan pemeriksaan kepada 1200-1300 orang setiap hari dengan sistem pemeriksaan swab/PCR, di luar daripada pemeriksaan kepada penderita positif Covid-19 .

“Setelah itu, kita masuk kepada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah, termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak, seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril,” terangnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Achmad Faiz Wakili Ponpes Modern Kurir Langit Barru Ikuti Pertandingan Panahan Tradisional SMP-SMA se-Sulsel di Makassar
Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina
Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09