Anggota DPRD Makassar Dukung Qahhar Mudzakkar jadi Pahlawan Kemerdekaan

- Penulis Berita

Sabtu, 26 September 2020 - 09:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Makassar, Azwar Rasmin (kiri). Dok. Pilarindonesia.com.

Anggota DPRD Makassar, Azwar Rasmin (kiri). Dok. Pilarindonesia.com.

Makassar, Pilarindonesia.com – Anggota DPRD Makassar, Azwar Rasmin, menyatakan sangat mendukung nama mendiang Abdul Qahhar Mudzakkar diusulkan untuk menjadi pahlawan kemerdekaan.

“Saya sangat setuju tentunya,” ujarnya, Sabtu (26/9/2020).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Qahhar Mudzakkar merupakan sosok pejuang Islam, yang tidak hanya membela agama tetapi juga bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga sudah sepantasnya jasa-jasa Qahhar Mudzakkar dikenang dan dijadikan spirit untuk senantiasa bersiap sedia membela agama dan bangsa.

Wacana tentang pengusulan nama Abdul Qahhar Mudzakkar menjadi pahlawan kemerdekaan mengemuka saat diadakan Webinar Nasional bertema “Potret Abdul Qahhar Mudzakkar Sebagai Pejuang Kemerdekaan”, pada Sabtu malam (19/9/2020).

Dalam diskusi online itu, budayawan Betawi, Ridwan Saidi, yang hadir menjadi salah satu pembicara, menyebut Qahhar Mudzakkar lebih layak disebut dan ditetapkan sebagai pahlawan kemerdekaan dari pada tudingan rezim Orde Lama sebagai pemberontak.

“Spirit patriotisme dan perjuangan Qahhar harus kembali ditulis dan dipelajari untuk menjadi teladan bangsa,” ujar sosok yang disapa Babe itu.

Baca ini:

Abdul Qahhar Mudzakkar Diusulkan jadi Pahlawan Kemerdekaan 

Prof Dr Yusri Abadi, pembicara lainnya, justru menyebut Qahhar sebagai jihadis.

“Beliau berjuang bersungguh-sungguh hidup mati karena Allah. Tidak ada keinginan kekuasaan atau harta benda,” ujarnya.

Menurut Prof Yusri, keikhlasan Qahhar menegakkan kodrat ilahi itu pula membuatnya anti pada ideologi komunis PKI.

“Qahhar-lah yang menumpas Pemberontakan PKI Madiun, dan menjadi sebab PKI melakukan provokasi kepada Presiden Soekarno untuk menyingkirkan Qahhar,” urai Yusri.

Irfan

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sudah 2 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Pencarian Terkendala Cuaca dan Medan yang Ekstrem
Kementerian Keimigrasian dan Permasyarakatan Serahkan Dokumen Legalitas dan Kartu Izin Tinggal Terbatas kepada RFNs di Sulawesi Utara
Al-Fikri Peduli Salurkan Bantuan ke Korban Banjir dan Longsor hingga Pelosok Terisolir di Aceh Tamiang
Darul Aman Peduli Antar Amanah Kemanusiaan ke Aceh Tamiang, Bantuan Disalurkan ke Wilayah Terisolir
Menarik! Haircut SedeKahf Makassar Bantu Sumatera: Potong Gaya, Beri Daya
Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat Islam 2025 Digelar di Asrama Haji Sudiang Makassar Sabtu Hari ini
Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat Sulsel Digelar di Asrama Haji Embarkasi Makassar Akhir Bulan ini
Amran Sulaiman: Mentalitas dan Karakter Wahdah Islamiyah Kuat

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:03

Kampung Qur’an Makassar Rutin Gelar Majelis Perbaikan Bacaan di Masjid Wihdatul Ummah

Selasa, 20 Januari 2026 - 03:42

Akhiri Safari Dakwah, Penulis Buku Ensiklopedia Ruqyah Asal Yordania Memberikan Nasihat Berharga kepada Kalangan Peruqyah di Makassar

Jumat, 10 Oktober 2025 - 22:52

Peresmian Masjid Umar Al-Faruq Milik RJA Dihadiri Wali Kota Makassar dan Imam Masjid dari Jeddah

Kamis, 18 September 2025 - 04:20

General Lecture Psikologi Islam & Psikologi ESQ Bersama Fatimah Abdullah & Ary Ginanjar: Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:09

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:09

MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy

Minggu, 20 Juli 2025 - 07:22

Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang

Selasa, 15 Juli 2025 - 00:20

Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang

Berita Terbaru