Penyakit Cacar Monyet Melanda Daratan Eropa

- Penulis Berita

Sabtu, 21 Mei 2022 - 06:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pilarindonesia.com – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengadakan pertemuan darurat pada Jumat, 20 Mei 2022. Pertemuan dilakukan untuk membahas wabah cacar monyet baru-baru ini, infeksi virus yang lebih banyak ditemukan di Afrika barat dan tengah. Namun kasus cacar monyet kini mulai menginfeksi manusia di Eropa. Tercatat ada 100 kasus yang telah dikonfirmasi.

Jerman menggambarkan merebaknnya cacar monyet pada manusia sebagai wabah terbesar di Eropa. Kasus serupa telah dilaporkan di setidaknya sembilan negara – Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia dan Inggris, serta serta Amerika Serikat, Kanada dan Australia.

Spanyol melaporkan 24 kasus baru pada hari Jumat, terutama di wilayah Madrid. Di sana pemerintah daerah setempat menutup sauna yang dicurigai menjadi penyebab penyebaran infeksi.

Sebuah rumah sakit di Israel merawat seorang pria berusia 30-an yang menunjukkan gejala penyakit tersebut. Pria itu baru saja tiba dari Eropa Barat.

Cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada monyet. Penyakit ini biasanya menyebar melalui kontak dekat dan jarang menyebar ke luar Afrika, sehingga rangkaian kasus ini memicu kekhawatiran.

Namun para ilmuwan tidak mengharapkan wabah tersebut berkembang menjadi pandemi seperti COVID-19, mengingat virus tersebut tidak menyebar semudah SARS-COV-2.

Cacar monyet biasanya merupakan penyakit virus ringan, ditandai dengan gejala demam serta ruam bergelombang yang khas.

“Ini adalah wabah cacar monyet terbesar dan paling luas yang pernah terlihat di Eropa,” kata layanan medis angkatan bersenjata Jerman. Negara itumendeteksi kasus pertamanya pada hari Jumat.

Pertemuan komite Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membahas masalah ini adalah Kelompok Penasihat Strategis dan Teknis tentang Bahaya Menular dengan Potensi Pandemi dan Epidemi (STAG-IH). Pertemuan itu akanmemberi saran tentang risiko infeksi yang dapat menimbulkan ancaman kesehatan global.

Namun pertemuan itu tidak bisa memutuskan apakah wabah harus dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, bentuk peringatan tertinggi WHO, yang saat ini diterapkan pada pandemi COVID-19. “Tampaknya ada risiko rendah bagi masyarakat umum saat ini,” kata seorang pejabat senior pemerintah AS.

Fabian Leendertz, dari Robert Koch Institute, menggambarkan wabah itu sebagai epidemi. “Namun, sangat kecil kemungkinan wabah ini akan berlangsung lama. Kasus-kasus tersebut dapat diisolasi dengan baik melalui contact tracing dan ada juga obat-obatan dan vaksin efektif yang dapat digunakan jika diperlukan,” katanya.

Kepala WHO Eropa mengatakan dia khawatir bahwa infeksi dapat meningkat di kawasan itu ketika orang-orang berkumpul untuk pesta dan festival selama bulan-bulan musim panas. Tidak ada vaksin khusus untuk cacar monyet, namun data menunjukkan bahwa vaksin yang digunakan untuk membasmi cacar hingga 85 persen efektif melawan cacar monyet, menurut WHO.

Pihak berwenang Inggris mengatakan mereka telah menawarkan vaksin cacar kepada beberapa petugas kesehatan dan orang lain yang mungkin telah terkena cacar monyet.

Sejak tahun 1970, kasus cacar monyet telah dilaporkan di 11 negara Afrika. Nigeria telah mengalami wabah besar yang sedang berlangsung sejak 2017. Sejauh tahun ini, ada 46 kasus yang dicurigai, 15 di antaranya telah dikonfirmasi, menurut WHO.

Kasus Eropa pertama dikonfirmasi pada 7 Mei pada seorang individu yang kembali ke Inggris dari Nigeria. Sejak itu, lebih dari 100 kasus telah dikonfirmasi di luar Afrika, menurut pelacak oleh akademisi Universitas Oxford.

Banyak kasus tidak terkait dengan perjalanan ke Afrika. Akibatnya, penyebab wabah ini tidak jelas, meskipun otoritas kesehatan mengatakan bahwa ada potensi penyebaran komunitas pada tingkat tertentu.

Sumber: Reuters, Tempo

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dua Petinggi Wahdah Islamiyah Diundang Hadiri Majelis Ilmuwan Nusantara di Malaysia, Ini Hasil Pertemuannya
Lagi, Israel Gagalkan Misi Kapal Kemanusiaan ke Gaza, Aktivis Global Sumud Flotilla Ditangkapi
Rombongan Kapal Global Sumud Flotilla Segera Memasuki Perairan Gaza, Ancaman Israel Jadi Momok
Diintimidasi Israel, Italia dan Spanyol Kirim Kapal Perang Kawal Kapal Relawan Global Sumud Flotilla ke Gaza
Kapal Relawan Kemanusiaan Menembus Gaza Diserang Drone di Perairan Internasional
Aktris Wandah Hamidah dan Muhammad Husein Wakili Indonesia Berlayar Menembus Blokade Israel di Gaza
Mohon Doanya, 5 Kapal Indonesia Global Peace Convoy Bakal Menembus Blokade Gaza
Kurir Langit Indonesia Salurkan Air Bersih Hasil Donasi dari Masyarakat Nusantara

Berita Terkait

Jumat, 21 November 2025 - 23:45

Lepas Atlet Senam ke Pra-Porprov Sulsel, Sekum KONI Makassar: Percaya Diri Hadapi Lawan!

Rabu, 19 November 2025 - 22:58

Selamat, Atlet Dayung Kota Makassar Juara Umum Pra-Porprov Sulsel 2025

Selasa, 18 November 2025 - 07:21

Atlet Cabor Yongmoodo Makassar Tampil Memukau di Ajang Kualifikasi Pra-Porprov Sulsel di Tator

Selasa, 18 November 2025 - 07:18

Cabor Panahan Gelar Latihan Bersama di Lapangan Kostrad Kariango Maros

Selasa, 18 November 2025 - 07:12

17 Atlet Anggar Makassar Raih Juara Umum dan Lolos ke Porprov XVII Sulsel 2026

Senin, 10 November 2025 - 23:34

Cabor Kurash Makassar Lolos Pra-Porprov Sulsel, Ketua KONI Puji Sinergitas Atlet, Pelatih dan Pengurus

Senin, 10 November 2025 - 23:11

190 Atlet Anggar Ikuti Babak Kualifikasi Porprov Sulsel di Mall Nipah Makassar

Senin, 28 Juli 2025 - 13:19

Achmad Faiz Wakili Ponpes Modern Kurir Langit Barru Ikuti Pertandingan Panahan Tradisional SMP-SMA se-Sulsel di Makassar

Berita Terbaru