Pangkep, Pilarindonesia.com — Program Studi Pariwisata Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Pemanduan Wisata di Taman Prasejarah Sumpang Bita. Pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen Program Studi Pariwisata Universitas Hasanuddin dalam mengembangkan potensi wisata berbasis pelestarian budaya, serta mendukung pengembangan masyarakat lokal melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Taman Prasejarah Sumpang Bita yang terletak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, merupakan salah satu situs prasejarah yang memiliki nilai sejarah tinggi dengan berbagai artefak arkeologi yang menarik untuk dijadikan objek wisata edukatif. Pelatihan ini memberikan penekanan pada pengembangan keterampilan komunikasi juru pelihara dalam menyampaikan informasi terkait artefak dan tinggalan sejarah kepada pengunjung, kegiatan ini berlangsung selama 10-11 Desember 2024.
Menurut Kepala Program Studi Pariwisata Universitas Hasanuddin, Supriadi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan juru pelihara cagar budaya yang bekerja di Balai Pelestarian Purbakala agar dapat merangkap peran sebagai pemandu wisata yang handal dalam menjelaskan tinggalan-tinggalan arkeologi yang ada di situs tersebut
“Juru pelihara di Taman Prasejarah Sumpang Bita tidak hanya harus memiliki pengetahuan mendalam tentang situs dan koleksi artefaknya, tetapi juga harus mampu memandu dan berinteraksi dengan wisatawan secara efektif. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali dengan pengetahuan tentang teknik pemanduan wisata yang baik, mulai dari cara menyambut pengunjung hingga memberikan penjelasan yang menarik dan informatif,” katanya.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi tentang tata cara pemanduan yang meliputi komunikasi efektif, penyusunan narasi yang menarik, serta etika dalam berinteraksi dengan pengunjung. Diharapkan, para juru pelihara cagar budaya yang terlibat dalam pelatihan ini mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif bagi wisatawan, sehingga tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka tentang sejarah, tetapi juga meninggalkan kesan positif terhadap situs tersebut.
Muhammad Syachrun Sjam, seorang ahli pemanduan wisata, turut berbagi pandangan mengenai pentingnya keterampilan interpersonal dalam profesi pemandu wisata.
“Dalam menjalankan peran sebagai pemandu wisata yang luar biasa, kesuksesan tidak hanya terletak pada pengetahuan tentang destinasi, tetapi juga pada keterampilan interpersonal, kreativitas, dan perhatian terhadap keamanan dan kesejahteraan wisatawan. Dengan memulai perjalanan dengan salam hangat, memberikan informasi yang jelas, dan membangun hubungan personal, seorang pemandu wisata dapat menciptakan pengalaman yang mengesankan,” katanya.
Syachrun juga menekankan pentingnya evaluasi diri dan penerimaan umpan balik dari para wisatawan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Sikap ramah, profesionalisme, dan ketekunan menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman wisata yang tak terlupakan dan memberikan kesan positif yang akan diingat oleh para wisatawan. Dengan demikian, menjadi pemandu wisata yang luar biasa adalah perpaduan antara pengetahuan, keterampilan interpersonal, dan dedikasi untuk memberikan pengalaman wisata yang istimewa,” tambahnya.
Selanjutnya materi yang dibawakan oleh Bapak Hamris Darwis terkait pemasaran Pariwisata yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memproduksi produk-produk pariwisata budaya agar dapat menjadi daya tarik lebih khususnya di destinasi wisata Taman Sumpang Bita sebagai peninggalan cagar alam dan sejarah. Selain itu, pentingnya sarana informasi digital dalam proses memasarkan suatu tempat maupun produk-produk pariwisata.
“Rangkaian pengabdian ini bukan hanya pemberian materi tetapi juga dilakukan praktek pemandu wisata yang diikuti peserta dengan menjelajahi beberapa tempat-tempat yang ada dalam lingkungan taman sampai dengan perjalanan menanjaki tangga-tangga yang melewati pusat kolam yang airnya bersumber dari mata air,” katanya.
Editor : Akhdan
Sumber Berita : Akhdan