Kolaborasi Seniman di Ini Bukan Festival 2020 Telah Berlangsung di Etika Studio Makassar

- Penulis Berita

Selasa, 17 November 2020 - 05:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan kegiatan Ini Bukan Festival 2020 di Etika Studio, Jalan Tamalate I, Kota Makassar, Ahad malam (15/11/2020)

Pembukaan kegiatan Ini Bukan Festival 2020 di Etika Studio, Jalan Tamalate I, Kota Makassar, Ahad malam (15/11/2020)

Makassar, Pilarindonesia.com – Kegiatan Ini Bukan Festival 2020 telah berlangsung sejak dibuka secara resmi di halaman di Etika Studio, Jalan Tamalate I, Kota Makassar, pada Ahad malam, 15 November 2020.

Mengusung tema “Covid-19 dan Keprihatinan”, sejumlah seniman berkolaborasi merefleksikan keprihatinan akibat dampak virus Corona yang sampai sekarang masih mewabah.

Dalam seremonial pembukaan malam itu, maestro gendang, Daeng Serang, bersama dengan delapan penabuh gendang lainnya dari Sanggar Alam Serang Dakko, memainkan Tunrung Pabballe Sumanga.

Tetabuhan irama gendang yang rancak mengiringi pembacaan puisi oleh Rosita Desriani dari Komunitas Puisi (KoPi) Makassar. Puisi berjudul “Mahkota Petaka”, karya Rusdin Tompo itu diperkuat dengan pappasang/pappaseng oleh Asis Nojeng dari Asosiasi Pemuda Pelestari Sastra Daerah, dan Muliadi (#KakMulBercerita), dalam bahasa Makassar dan Bugis.

Sementara, sejumlah perupa yang tergabung dalam Makassar Art Initiative Movement (MAIM) menggoreskan kuasnya di beberapa orang yang menggunakan alat pelindung diri (APD). Tak berapa lama baju hazmat yang berwarna putih penuh goresan warna-warni. Di tengah aksi teatrikal itu, tetiba masuk Bahar Merdu (Kelompok Sandiwara Pettapuang), yang membawa lukisan kaligrafi bertuliskan “Iqra”.

Usai pembukaan, tampil Sanggar Bolong Ringgi dari Kabupaten Barru, yang membawakan tari Batu La Pidde. Belasan penari dari Sanggar Bolong Ringgi ini dipimpin oleh Nasdir Rafli. Rangkaian acara pembukaan “Ini Bukan Festival” dipandu oleh A. Baetal Muqaddas.

Setelah pertunjukan di panggung utama, acara berlanjut di area pameran dengan menghadirkan two man play. Tampil dua aktor teatar Goenawan Monoharto dan Suprapto Budisantoso yang membawakan karya Amal Hamzah, “Seniman Pengkhianat”. Begitu selesai pertunjukan dilanjutkan diskusi yang dipandu Asis Nojeng.

Hadir sejumlah pelaku seni dan budayawan dalam pertunjukan dan diskusi ini, antara lain Halim HD (Networking Kebudayaan) yang datang khusus dari Solo untuk kegiatan ini, juga ada Hasymi Ibrahim, Ram Prapanca, Syahrir Patakaki dan Ahmadi Haruna. Para seniman mengapresiasi perhelatan “Ini Bukan Festival”, yang diakui justru merupakan festival.

Gelaran Ini Bukan Festival 2020 akan berlangsung hingga Sabtu, 21 November 2020. Ada banyak suguhan kegiatan seni yang ditampilkan, di samping seni kriya, bursa buku dan pasar kuliner.

Di acara ini, pengunjung juga bisa menikmati produk layanan seni visual multi-disiplin dan mixed media dari Ngapaint.

Menurut Ardinata, dari Ngapaint, tahun 2020 adalah tahun pertama Ngapaint mengorbit di industri kreatif kota Makassar dimulai dari mengikuti trend tie dye dan selanjutnya akan merespons apapun yang berhubungan dengan tinta warna.

Masih ada lagi Monkeyman Legendswear, yang merupakan sebuah produk t-shirt dan merchandise. Usaha kreatif t-shirt dikerjakan di bawah industri rumahan dengan berbekal pengalaman di dunia desain grafis dan cetak sablon.

Irsan Djafar, dari Monkeyman Legendswear menjelaskan, brandnya menggarap produk t-shirt tematik seputar dunia musik legendaris dan tokoh-tokoh musik, dengan tagline “because the legends never end”. Irsan Djafar berharap local brand ini bisa memberikan warna bagi pencinta kaos bukan hanya di Kota Makassar.

Pertunjukan malam pertama ditutup dengan musik akustik oleh Bahar Karca dari Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ). Bahar Karca dan teman-temannya membawakan beberapa lagu, antara lain, lagu karya Iwan Fals.

Pada hari kedua penyelenggaran Ini Bukan Festival, pengunjung bisa mengikuti workshop bersama Halim HD, dengan tema “Pengembangan Komunitas dan Jaringan Kebudayaan”.

Juga ada pertunjukan tari dari Lembaga Seni Batara Gowa, dan Dialog Mengenang, karya Andi Ummu Tunru.

Rls

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kala Teater Tampilkan Postpartum di Acara 50 Tahun Festival Teater Jakarta
Terpilih Mewakili Makassar, Inilah Harapan Kawan Pencerita
Ari Lasso Doakan Prabowo Usai Hadiri Konser Dewa 19 di Balikpapan
Konser Dewa 19, Prabowo Tampak Duduk Disamping Ibu Kandung Ahmad Dhani
Pencipta Lagu Ojo Dibanding-bandingke Temui Prabowo
Kawan Pencerita Band Ramaikan Jagad Musik Makassar
Selamat! Suami Pedangdut Uut Permatasari jadi Kapolres Gowa
Okky Asokawati Beberkan Rahasia Perempuan Tangguh

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09