Kawan Pencerita Band Ramaikan Jagad Musik Makassar

- Penulis Berita

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawan Pencerita Banda saat sedang manggung di sebuh kafe di Kota Makassar beberapa waktu yang lalu.

Kawan Pencerita Banda saat sedang manggung di sebuh kafe di Kota Makassar beberapa waktu yang lalu.

Makassar, PilarIndonesia.com – Dunia hiburan di Kota Makassar diramaikan dengan kehadiran band lokal baru, yakni Kawan Pencerita.

Band beranggotakan Adiyan sebagai vokalis dan gitar, Fajar (gitar), dan Zul (drum), itu telah merilis album pertama mereka yang berjudul “Kabar baik”.

Mereka telah manggung di lima titik lokasi di Makassar, masing-masing di ATM Coffee 24 September 2022, Roemah Lamdoek, Prego, SS Coffee Space, dan terakhir di Baraccung, Jalan Rappocini Raya, No. 88 Makassar, pada Jumat, 28 Oktober 2022.

“Semoga bisa menjadi contoh band yang ada di Makassar dalam mewadahi band yang baru mencoba peruntungannya di dunia musik yang kurang terwadahi dengan mengangkat nama band lokal Makassar,” kata Adiyan.

Kawan Pencerita dibentuk sejak 2019. Album band tersebut berisikan lagu-lagu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari kabar baik, -17 (Minus tujuh belas), keluar rumah, hingga pikun, dan beri jeda.

Pertama, 17 (Minus Tujuh Belas). Angka -17 sendiri mengisahkan kehidupan bahagia sebelum seseorang sebelum beranjak usia dewasa.

Kedua, Kabar Baik. Ditulis di era pandemi covid-19, lagu Kabar Baik ini menjadi pesan pengharapan untuk memiliki impian dan tetap berusaha dengan baik.

Ketiga, Keluar Rumah. Lagu ini merupakan kritik sosial terhadap kebiasaan orang-orang yang terlalu dekat dengan media sosialnya, namun jauh dari relasi yang sebenarnya.

Keempat, Hingga Pikun. Lagu Hingga Pikun menceritakan tentang keresahan dalam suatu hubungan (keluarga, kekasih, sahabat) yang pada akhirnya segalanya pasti akan berpisah. Apabila waktu itu telah tiba, tidak ada yang dapat kita lakukan selain menerima dan berharap suatu saat nanti akan dipertemukan kembali.

Kelima, Beri Jeda. Lagu Beri Jeda merupakan kritik sosial terhadap orang-orang yang terlalu sibuk bekerja hingga lupa ntuk menjaga kesehatan mental juga sesuatu yang sangat penting.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kala Teater Tampilkan Postpartum di Acara 50 Tahun Festival Teater Jakarta
Terpilih Mewakili Makassar, Inilah Harapan Kawan Pencerita
Ari Lasso Doakan Prabowo Usai Hadiri Konser Dewa 19 di Balikpapan
Konser Dewa 19, Prabowo Tampak Duduk Disamping Ibu Kandung Ahmad Dhani
Pencipta Lagu Ojo Dibanding-bandingke Temui Prabowo
Selamat! Suami Pedangdut Uut Permatasari jadi Kapolres Gowa
Okky Asokawati Beberkan Rahasia Perempuan Tangguh
Kolaborasi Seniman di Ini Bukan Festival 2020 Telah Berlangsung di Etika Studio Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09