Trauma Gempa dan Takut Ancaman Tsunami, Warga Majene Masih Memilih Menginap di Pegunungan

- Penulis Berita

Senin, 18 Januari 2021 - 03:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rumah warga di Kota Majene, Sulawesi Barat. (Irfan/Pilarindonesia.com).

Suasana rumah warga di Kota Majene, Sulawesi Barat. (Irfan/Pilarindonesia.com).

Majene, Pilarindonesia.com – Pasca gempa bumi 6,2 skala richter yang mengguncang Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, pada Jumat dini hari pekan lalu, masih menyisahkan trauma mendalam terhadap warga.

Seperti sebagian besar warga di Desa Onang Utara, yang berlokasi di kawasan pesisir pantai Majene, Kabupaten Majene, mereka mengaku belum berani menginap di rumahnya.

“Kami sudah empat malam nginap di gunung. Masih takut,” kata Rohani, salah seorang warga, Senin, 18 Januari 2020.

Menurut ibu rumah tangga yang kediamannya bersebelahan langsung dengan lautan itu, anggota keluarganya yang berjumlah beberapa orang belum ada yang berani tinggal lama dan menginap di rumahnya.

Rohani mengisahkan, saat gempa mengguncang pada Jumat dini hari pekan lalu, karena khawatir dengan naiknya air laut atau tsunami, mereka pun berlarian ke atas gunung.

“Sekitar pukul 02.30 dini hari, kami semua berlarian ke atas gunung,” tuturnya

Rohani menyampaikan masih akan kembali ke pegunungan, lokasi tenda pengungsian berada, setelah melihat-lihat dan membersihkan rumahnya.

“Nanti kami akan menginap lagi ke gunung. Kami hanya sekadar turun ke rumah untuk bersih-bersih dan melihat kondisi rumah,” kata perempuan berjilbab itu.

Laporan: Irfan dari Majene, Sulawesi Barat.

Editor: Supriadi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pasca Pertemuan Ulama di Istana Kepresidenan, Ustadz Bachtiar Nasir Berikan Catatan Kritis Soal Board of Peace
Seluruh Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan, Operasi SAR di Kawasan Pegunungan Bulusaraung Pangkep Ditutup
Sudah 9 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Kawasan Pegunungan Bulusaraung Pangkep Sulsel
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Basarnas Segera Serahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi
Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi dari Medan yang Cukup Ekstrem
Operasi Pencarian Hari ke-4, Tim SAR Gabungan Fokus Penyisiran Berdasarkan Titik Koordinat Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Tim SAR Gabungan Temukan Barang Milik Korban dan Bagian Pesawat di Lokasi Jatuhnya ATR 42-500
Lembaga Amil Zakat Nasional Bersama Pemkot Makassar Bahas Program Pengentasan Kemiskinan

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:03

Kampung Qur’an Makassar Rutin Gelar Majelis Perbaikan Bacaan di Masjid Wihdatul Ummah

Selasa, 20 Januari 2026 - 03:42

Akhiri Safari Dakwah, Penulis Buku Ensiklopedia Ruqyah Asal Yordania Memberikan Nasihat Berharga kepada Kalangan Peruqyah di Makassar

Jumat, 10 Oktober 2025 - 22:52

Peresmian Masjid Umar Al-Faruq Milik RJA Dihadiri Wali Kota Makassar dan Imam Masjid dari Jeddah

Kamis, 18 September 2025 - 04:20

General Lecture Psikologi Islam & Psikologi ESQ Bersama Fatimah Abdullah & Ary Ginanjar: Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:09

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:09

MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy

Minggu, 20 Juli 2025 - 07:22

Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang

Selasa, 15 Juli 2025 - 00:20

Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang

Berita Terbaru