Selamat, Ketua STAI Al Bayan Hidayatullah Makassar Raih Doktor Sosiologi di Unhas

- Penulis Berita

Rabu, 8 Desember 2021 - 09:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Pilarindonesia.com – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Bayan Hidayatullah Makassar, Dr Irfan Yahya, ST MSi., meraih gelar Doktor Ilmu Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unhas.

Gelar yang merupakan derajat tertinggi akademik itu diraih usai mempertahankan disertasi berjudul “Konstruksi Sosial Miniatur Peradaban Islam Merujuk pada Pola Sistematika Wahyu Ormas Hidayatullah” yang diujikan dalam ujian Promosi Doktoral di Aula Prof Syukur Abdullah, Fisip, Unhas, Makassar, Rabu (8/12/2021).

Tim penguji terdiri dari Prof Dr HM Tahir Kasnawi SU (promotor), Dr Suparman Abdullah MSi dan Drs Hasbi MSi PhD (Co Promotor), Dr Firdaus Muhammad MA (penguji eksternal), Dr Rahmat Muhammad MSi, Dr Mansyur Radjab MSi dan Dr Nuvida RAF SSos MA (penilai).

Dr Irfan pun diganjar dengan predikat kelulusan Cumlaud (nilai 91,28) atas ujian disertasi yang mengupas Sistimatika Wahyu yang merupakan manhaj gerakan/perjuangan dakwah dan tarbiyah Hidayatullah tersebut.

Irfan Yahya berpose dengan tim penguji usai ujian promosi doktoral di Unhas Makassar.

Dalam uraiannya dalam sidang Promosi Doktor yang dipimpin Rektor Unhas diwakili Wakil Dekan I Fisip Unhas Dr Phil Sukri MSi itu, mantan Staf Ahli Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari senator Sulsel tiga periode Dr Abd Aziz Qahhar Mudzakkar tersebut memastikan nilai-nilai agama dapat dijadikan filter dalam mengkonstruksi sebuah peradaban yang eksis dalam masyarakat.

“Dengan bukti-bukti dari pola interaksi dan prilaku jamaah Hidayatullah sebagai sistem sosial, Sistematika Wahyu yang merupakan manhaj gerakan telah menjadi rujukan/metode dalam melakukan konstruksi sosial miniatur peradaban Islam dengan proses dialektik fundamental dari tiga momentum yaitu internalisasi, obyektivasi dan eksternalisasi,” urainya.

Dari ketiga proses dialektik fundamental tersebut, rincinya peran aktor dan lingkungan merupakan faktor penentu dominan.

“Sekaligus ini juga yang menjadikan Hidayatullah berbeda dengan ormas lain, menjadikan wahyu sebagai rujukan metode tapi secara parsial, sementara Hidayatullah menjadikan wahyu sebagai rujukan secara utuh, khususnya lima surah pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam,” tegasnya.

Turut hadir secara langsung pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Murabi Wilayah Hidayatullah Sulsel Ust Ir Abd Majid MA, Ketua Komisi A DPRD Sulsel Ir Selle Ks Dalle, Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar Ust Suwito Fatta MM dan jajaran, Dekan FTI UMI Dr Ir Zakir Sabara HW MT dan komunitas UPPM UMI.

Tampak pula politisi senior Sulsel Ir H Majid Tahir dan pengusaha Palua H. Ismail, Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Sulsel H Firmansyah Lafiri ST. Serta didampingi pihak keluarga arsitek Ir Muaz Yahya, istri Dewi Yuliana dan putra-putri. Juga disaksikan secara virtual melalui Zoom.

Pada pemaparan ringkasan dari disertasi setebal 400-an halaman itu, sosok pehobi Ikan koi itu menguraikan hal yang menjadi alasan kenapa Hidayatullah terus berkembang dan meraih kepercayaan ummat dalam berbagai program dakwah dan tarbiyahnya hingga sekarang berusia 50 tahun.

Hal inilah membuat Prof Tahir Kasnawi dalam sambutan penutup sidang tersebut mengatakan nilai-nilai Islam perlu terus di ketengahkan di masyarakat, sebagaimana Hidayatullah telah menerapkan pada 600-an pesantrennya sebagai miniatur peradaban Islam.

Laporan: Firmansyah Lafiri

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pasca Pertemuan Ulama di Istana Kepresidenan, Ustadz Bachtiar Nasir Berikan Catatan Kritis Soal Board of Peace
Seluruh Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan, Operasi SAR di Kawasan Pegunungan Bulusaraung Pangkep Ditutup
Sudah 9 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Kawasan Pegunungan Bulusaraung Pangkep Sulsel
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Basarnas Segera Serahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi
Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi dari Medan yang Cukup Ekstrem
Operasi Pencarian Hari ke-4, Tim SAR Gabungan Fokus Penyisiran Berdasarkan Titik Koordinat Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Tim SAR Gabungan Temukan Barang Milik Korban dan Bagian Pesawat di Lokasi Jatuhnya ATR 42-500
Lembaga Amil Zakat Nasional Bersama Pemkot Makassar Bahas Program Pengentasan Kemiskinan

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:03

Kampung Qur’an Makassar Rutin Gelar Majelis Perbaikan Bacaan di Masjid Wihdatul Ummah

Selasa, 20 Januari 2026 - 03:42

Akhiri Safari Dakwah, Penulis Buku Ensiklopedia Ruqyah Asal Yordania Memberikan Nasihat Berharga kepada Kalangan Peruqyah di Makassar

Jumat, 10 Oktober 2025 - 22:52

Peresmian Masjid Umar Al-Faruq Milik RJA Dihadiri Wali Kota Makassar dan Imam Masjid dari Jeddah

Kamis, 18 September 2025 - 04:20

General Lecture Psikologi Islam & Psikologi ESQ Bersama Fatimah Abdullah & Ary Ginanjar: Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:09

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:09

MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy

Minggu, 20 Juli 2025 - 07:22

Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang

Selasa, 15 Juli 2025 - 00:20

Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang

Berita Terbaru