MUI Sulsel Beberkan 10 Kriteria Paham Sesat di Diskusi Forum Komunikasi Anak Makassar

- Penulis Berita

Senin, 30 Januari 2023 - 13:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Pilarindonesia.com – Forum Komunikasi Anak Makassar menggelar Diskusi Islam bertema “Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat dalam Mengantisipasi Maraknya Aliran Sesat di Sulsel”, yang diadakan di Kafe Ardan Masogi, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Senin (30/1/2023).

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, DR. KH. Muhammad Ruslan Wahab, MA., yang tampil sebagai pemateri, menyampaikan adanya 10 kriteria yang menjadi indikator dari kelompok berpaham aliran sesat.

Dia menyebutkan, pertama mengingkari salah satu dari enam rukun iman dan salah satu dari lima rukun Islam. Kedua meyakini atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alqur’an dan sunnah. Ketiga meyakini turunnya wahyu setelah Alqur’an. Keempat mengingkari kebenaran isi Alqur’an. Kelima melakukan penafsiran Alqur’an yang tidak sesuai kaidah-kaidah. Keenam mengingkari kedudukan hadist sebagai sumber ajaran Islam. Ketujuh menghina atau merendahkan para Nabi dan Rasul. Kedelapan mengingkari Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir. Kesembilan mengubah, menambah atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, dan yang terakhir adalah mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i.

“Ini 10 kriteria yang kita pegang untuk men-just (justifikasi) bahwa itu adalah kelompok aliran sesat,” kata Kyai Ruslan.

Diskusi Islami yang digelar Forum Komunikasi Anak Makassar

Wakil Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) tersebut mengaku, di internal MUI cukup sering memperoleh informasi dari masyarakat terkait keberadaan aliran sesat, termasuk dari mantan pengikut, sehingga MUI pun seringkali turun tangan menyelesaikan persoalan itu.

Kyai Ruslan mencontohnya, seperti kasus aliran Hakikinya Hakiki dan Bab Kesucian. Dia menyampaikan, setelah MUI turun tangan melakukan penanganan, alhasil para penggerak dan pengikut aliran tersebut menyadari akan kekeliruan mereka, dan mereka minta dibina oleh MUI.

“Semua itu ada pernyataan tertulisnya bahwa mereka siap dibina,” ujarnya.

Kyai Ruslam juga berpesan tentanh pentingnya bersama-sama melakukan pengawasan terhadap maraknya paham aliran sesat di Sulawesi Selatan, termasuk gerakan edukasi berupa dakwah pencerahan kepada masyarakat agar warga tidak mudah terpengaruh.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Ustadz Muchtar Daeng Lau, sebagai pembicara kedua, menjelaskan berdasarkan data dan fakta di lapangan, begitu leluasanya kelompok paham sesat menyebarkan kesesatannya ke tengah masyarakat.

Dia menyebut, di antaranya adalah kelompok sesat Syiah, Ahmadiyah dan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Ustadz Muchtar mengingatkan bahwa keberadaan kelompok sesat ini merupakan bom waktu yang bisa kapan saja meledak dan menciptakan permasalahan besar apabila tidak ditangani secara serius.

“Insya Allah, setelah diskusi ini, kita akan nanti bersilaturrahim dengan para ulama kita di MUI untuk menyampaikan terkait dengan persoalan ini,” terangnya.

Senada dengan Ketua Brigade Muslim Indonesia, Muhammad Zulkifli, yang memberikan tanggapan dalam diskusi itu.

Dia mengungkapkan, aliran sesat Ahmadiyah sempat akan melakukan kegiatan pada 6-8 Januari 2023.

“Ini adalah bukti bahwa mereka dan kelompok aliran sesat lainnya selalu mencari cara untuk bisa eksis, dan salah satu penyebab mampu berbuat seperti ini adalah karena adanya kelompok-kelompok tertentu yang berusaha membela kesesatan mereka dengan alasan HAM,” tuturnya.

Ketua BMI Sulsel, Muh. Zulkifli, memberikan penyampaian dalam diskusi.

Menurut Zulkifli, dalil HAM inilah menjadi salah satu penyebab utama kerap mandeknya aturan pelarangan kelompok paham sesat.

“Padahal HAM yang mereka pahami tidak ditempatkan pada tempatnya. Inilah salah satu yang menyebabkan tumbuh suburnya paham-paham sesat itu,” tegasnya.

Hanif Muslim, aktivis yang tergabung di Forum Komukasi Anak Makassar, yang juga penanggungjawab dari diskusi tersebut, menyatakan siap menjadi penegak fatwa MUI apabila memang dibutuhkan sebagai bagian dalam penegakan amar ma’ruf nahi mungkar.

Diskusi Islami itu dimoderatori Irfan Abdul Gani, seorang jurnalis dan pemerhati masalah keummatan di Kota Makassar, yang juga merupakan pemimpin redaksi media online Pilarindonesia.com.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09