Khutbah Jumat Relawan Wahdah di Majene: Pengungsi Harus Kuat, Kita Punya Allah

- Penulis Berita

Sabtu, 23 Januari 2021 - 01:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Pelaksanaan Salat Jumat pengungsi korban gempa Majene Sulawesi Barat. (Istimewa).

Suasana Pelaksanaan Salat Jumat pengungsi korban gempa Majene Sulawesi Barat. (Istimewa).

Majene, Pilarindonesia.com–Sepekan pasca bencana alam yang terjadi Majene, Sulawesi Barat, ummat islam masih melaksanakan ibadah shalat jumat di masjid-masjid darurat.

Para khatib Jumat pun tak henti-hentinya mensupport dan mengajak mmmat Islam di wilayah terdampak agar kembali bangkit menuju kehidupan normal. Agar musibah yang terjadi pada hari Jumat 15 Januari 2021 yang lalu dapat dijadikan bahan renungan untuk kembali mengingat Allah.

Seperti pada Jumatan yang digelar di mushola darurat kampung pengungsian di Dusun Banua, Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, khatib pada Jumat itu diisi oleh salah seorang Relawan Wahdah Islamiyah, bernama Haji Tompo asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Dalam khutbahnya, Haji Tompo memberi support dan mengajak umat Islam di wilayah terdampak agar kembali bangkit menuju kehidupan normal.

Tak hanya itu, ia juga mengajak para jamaah yang kini menghuni tenda-tenda pengungsian agar menjauhi kegiatan yang berbau syirik dan tidak mensekutukan Allah.

“Mintalah hanya kepada Allah, bukan minta kepada Gunung, Lautan dan lain-lain menggunakan aneka macam sesajen. Ingat, kita punya Allah, dan tak ada yang bisa menandingi-Nya,” katanya dihadapan jamaah.

Sekedar informasi, sebelum melaksanakan shalat jumat, relawan terlebih dahulu membersihkan tempat yang akan digunakan shalat berjamaah. Kemudian mengajak para pengungsi melalui pengeras suara untuk shalat jumat berjamaah di mushola darurat yang ada di pengungsian tersebut.

Meskipun masjid dilokasi tersebut sebenarnya bisa digunakan, namun warga masih takut untuk menggunakannnya ibadah. Sebab, masih terlihat beberapa bagian yang retak, membuat warga tak mau mengambil resiko.

Rencananya, relawan akan menjadikan mushola darurat itu sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an untuk warga.(*)

Supriadi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09