
Makassar, Pilarindonesia.com – Aktivis Islam yang tergabung dalam Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan melakukan audiens dengan anggota DPRD Sulsel dalam menyikapi agresi Israel ke Palestina.
Mereka diterima anggota DPRD Sulsel, Andi Irwandi Natsir, di ruang aspirasi, Gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (13/10/2023).
Secara bergantian para alim ulama dan asatidz memberikan pandangan dan kecaman mereka terhadap Israel dalam audiens sekaligus dialog singkat yang dipandu Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, dari FUIB Sulsel, yang didampingi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, KH. M. Said Abd Shamad.
DR. KH. Hasan Basri Rahman, salah satu ulama yang tergabung dalam pertemuan itu, mengungkapkan bahwa memang sejatinya Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, tetapi yang terjalin adalah hubungan dagang.
Olehnya, dia menyerukan kepada ummat Islam agar memboikot produk Israel, minimal tidak mengeluarkan uang untuk berbelanja di sejumlah gerai yang disinyalir menjadi penyokong pendanaan Israel yang ada di Indonesia.
“Insya Allah, kita ummat Islam yang mayoritas, kalau tidak membeli produk mereka, maka pasti mereka akan bangkrut dengan sendirinya,” terang Kyai Hasan Basri.
Adapun Ustadz Syaibani Mujiono mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap manusia yang ada di muka bumi. Begitu pula apa yang menjadi amanah dari UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
Sehingga, rakyat Palestina pun memilki hak untuk hidup tenang, tenteram dan damai di negaranya. Israel sebagai bangsa penjajah sudah sepantasnya menghentikan kekejamannya dan memberikan kebebasan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Andi Irwandi Natsir, menyatakan bentuk perlawanan terhadap Israel dengan memboikot seluruh produknya.
“Bentuk perlawanan kita dengan memblode produk-produk Israel untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan,” ujarnya disambut takbir.
Andi Irwandi juga memastikan aspirasi dari FUIB Sulsel segera diteruskan ke pusat.

Tak lama setelah audiens itu selesai, kelompok massa dari Aliansi Masyarakat Sulsel yang beranggotakan ratusan orang, tiba di luar gedung DPRD Sulsel, setelah mereka menggelar long march dari Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf.
Mereka juga menyampaikan kepedulian dan pembelaannya terhadap rakyat Palestina, serta mengutuk serangan keji penjajah Israel.