Etnis Rohingya Hadapi Ancaman Covid-19 di Indonesia (3 Selesai)

- Penulis Berita

Selasa, 6 April 2021 - 07:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas IOM memberikan masker kepada salah seorang pengungsi dan menjelaskan tentang protokol kesehatan. Dok.IOM

Petugas IOM memberikan masker kepada salah seorang pengungsi dan menjelaskan tentang protokol kesehatan. Dok.IOM

Makassar, Pilarindonesia.com – Virus Covid-19 telah menyebabkan semua pihak melakukan pengetatan interaksi untuk mencegah penularan. Sejak pertengahan 2020 lalu, pemerintah telah menghentikan banyak kegiatan demi mengurangi korban.

Hal ini juga terjadi di shelter dan wisma penampungan pengungsi etnis Rohingya.

Salah satu pengungsi Rohingya, Abdul Hakim menyampaikan bahwa rata-rata imigran tidak ada berani keluar dan tetap memilih tinggal diam di dalam wisma.

Petugas IOM mendata dan menanyakan perihal kesehatan pengungsi selama pandemi Covid-19. Dok. IOM.

Ali Johar, pengungsi Rohingya lain, juga mengatakan bahwa penghuni wisma diharuskan selalu menjaga jarak, mengenakan masker, serta rutin mencuci tangan.

“Dengan teman-teman yang berada di wisma lain, kami kebanyakan hanya berkomunikasi lewat telepon seluler. Tidak boleh ketemu saat itu supaya tidak ada yang sakit,” ujar Ali.

Yang jadi masalah adalah pengungsi Rohingya yang kebetulan harus meninggalkan wisma karena sudah memiliki keluarga yang merupakan warga lokal, seperti Ali Johar dan Abdul Hakim.

“Karena punya istri dan anak, maka saya harus keluar sehari-hari melihat kondisi mereka,” ujar Abdul.

Dalam kondisi was-was, apapun risikonya, Abdul dan Ali mengaku memaksakan diri ke rumah istrinya di tengah ancaman penularan virus.

Selain berdoa sebagai upaya berserah diri kepada Allah Yang Maha Kuasa, Abdul mengaku memiliki ikhtiar atau upaya agar tidak terjangkit virus dan menularkan kepada keluarganya.

“Jadi, sebelum saya ke rumah istri, saya mandi dulu. Begitu pula kalau sampai di rumah istri, saya mandi lagi. Itu yang saya lakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19,” ujarnya.

Prokes yang ketat

Dr Nursaidah, salah seorang tenaga kesehatan di Makassar, mengatakan sejak awal pihaknya telah melakukan upaya dalam penanganan pencegahan COVID-19 di kalangan imigran.

Dia menyebut, pihaknya pernah melakukan tracing dan berlanjut ke testing.

“Beberapa pengungsi yang terkonfirmasi positif langsung diarahkan ke Duta Wisata Hotel (Hotel khusus di Makassar yang diadakan untuk pasien COVID-19), dan beberapa pengungsi lainnya diarahkan isolasi mandiri dengan diawasi Pj (penanggungjawab) pengungsi,” jelas dr Ida, sapaan akrabnya.

Dalam upaya pencegahan penularan virus korona, setiap wisma pengungsi dipantau oleh petugas Puskesmas wilayah setempat.

Dokter Ida juga memastikan bahwa semua wisma penampungan Rohingya di Kota Makassar setiap bulan melakukan pemeriksaan kepada seluruh imigran.

Salah seorang pengungsi bersama petugas medis berpose usai menerima masker untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di lingkungan wisma penampungan pengungsi. Dok. IOM.

“Semua tempat pengungsi sudah pernah kami turun memantau dan memberikan penyuluhan sebagai upaya dalam pencegahan penularan Covid-19. Dan PKM setiap bulan melakukan pemeriksaan kepada setiap pengungsi,” jelasnya.

Kepala Kantor IOM di Makassar, Son Ha Phuong Dinh, mengatakan sejak awal pandemi Covid-19, pihaknya telah bekerja sama dengan dinas kesehatan dan rumah sakit di seluruh Indonesia untuk memastikan bahwa pengungsi dan pencari suaka di Indonesia, termasuk Rohingya, sepenuhnya disertakan dalam tindakan penanggulangan Covid-19.

Selain itu, untuk pengungsi yang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil laboratorium Puskesmas maupun laboratorium rujukan, IOM akan mengikuti rekomendasi dari Puskesmas, termasuk apakah yang dites positif harus menjalani rawat inap atau isolasi mandiri.

IOM juga memberikan perlengkapan medis berupa masker, hand sanitizer, paracetamol, dan vitamin. Sedangkan bagi pengungsi yang diwajibkan melakukan isolasi mandiri, selain perlengkapan medis, mereka juga akan mendapatkan perlengkapan tambahan untuk kesehatan mental dan dukungan psikososial. Layanan kesehatan mental IOM tetap tersedia untuk semua pengungsi selama pandemi, termasuk mereka yang diisolasi, melalui hotline khusus di mana konseling dapat diberikan, atau rujukan dibuat ke spesialis jika diperlukan.

“Saat ini, IOM bekerja sama dengan UNHCR untuk terus mengadvokasi pemerintah Indonesia untuk memasukkan pengungsi dan pencari suaka ke dalam program vaksinasi nasional,” terang Son Ha Phuong Dinh.

Irfan Abdul Gani, peserta fellowship liputan isu pengungsi Rohingya di Kota Makassar.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pasca Pertemuan Ulama di Istana Kepresidenan, Ustadz Bachtiar Nasir Berikan Catatan Kritis Soal Board of Peace
Seluruh Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan, Operasi SAR di Kawasan Pegunungan Bulusaraung Pangkep Ditutup
Sudah 9 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Kawasan Pegunungan Bulusaraung Pangkep Sulsel
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Basarnas Segera Serahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi
Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi dari Medan yang Cukup Ekstrem
Operasi Pencarian Hari ke-4, Tim SAR Gabungan Fokus Penyisiran Berdasarkan Titik Koordinat Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Tim SAR Gabungan Temukan Barang Milik Korban dan Bagian Pesawat di Lokasi Jatuhnya ATR 42-500
Lembaga Amil Zakat Nasional Bersama Pemkot Makassar Bahas Program Pengentasan Kemiskinan

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:03

Kampung Qur’an Makassar Rutin Gelar Majelis Perbaikan Bacaan di Masjid Wihdatul Ummah

Selasa, 20 Januari 2026 - 03:42

Akhiri Safari Dakwah, Penulis Buku Ensiklopedia Ruqyah Asal Yordania Memberikan Nasihat Berharga kepada Kalangan Peruqyah di Makassar

Jumat, 10 Oktober 2025 - 22:52

Peresmian Masjid Umar Al-Faruq Milik RJA Dihadiri Wali Kota Makassar dan Imam Masjid dari Jeddah

Kamis, 18 September 2025 - 04:20

General Lecture Psikologi Islam & Psikologi ESQ Bersama Fatimah Abdullah & Ary Ginanjar: Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:09

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:09

MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy

Minggu, 20 Juli 2025 - 07:22

Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang

Selasa, 15 Juli 2025 - 00:20

Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang

Berita Terbaru