Dapoor Noerthiz-Komunitas Ummu Nabila Bagikan Paket Ramadhan Ceria ke Pengungsi Rohingya di Makassar

- Penulis Berita

Jumat, 30 April 2021 - 00:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Pilarindonesia.com – Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah dijadikan ummat Islam sebagai bulan untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dikarenakan pahala yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat besar.

Bekerjasama dengan Forum Peduli Rohingya (FPR) Makassar, Dapoor Noerthiz dan Komunitas Ummu Nabila berbagi kebahagiaan bersama dengan sejumlah pengungsi Rohingya yang tinggal di Kota Makassar.

Lembaga tersebut membagikan Paket Ramadhan Ceria berupa paket camilan dan minuman berbuka puasa serta snack untuk anak-anak pengungsi Rohingya.

Iin Wahyuni atau yang akrab disapa Ummu Faiz, perwakilan dari Forum Peduli Rohingya, yang membagikan langsung paket tersebut kepada sejumlah istri dan anak-anak pengungsi Rohingya, di Jalan Toddopuli VI, Kota Makassar, Kamis (29/4/2021).

Alhamdulillah, amanah dari para donatur di Dapoor Noerthiz dan Komunitas Ummu Nabila telah kami salurkan yang diterima langsung para istri dan anak-anak pengungsi Rohingya” tuturnya.

Ummu Faiz berdoa semoga para donatur yang telah memberikan sebagian rezekinya dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tampak senyum kebahagiaan dari wajah para istri pengungsi Rohingya beserta dengan anak-anaknya.

“Terima kasih banyak atas bantuan paketnya,” kata Jumriati, salah seorang istri dari pengungsi Rohingya.

Forum Peduli Rohingya Makassar mencatat ada sekitar 22 pengungsi Rohingya beristri warga lokal di Sulawesi Selatan.

Sedangkan pengungsi Rohingya secara keseluruhan yang tinggal di Kota Makassar jumlahnya mencapai 200 orang.

Mereka sudah bertahun-tahun tinggal untuk menunggu agenda pemberangkatan ke negara pihak ketiga yang menjadi tujuan suaka.

Para pengungsi Rohingya yang tinggal di sejumlah wisma di Makassar itu dilarang bekerja berdasarkan peraturan dari organisasi PBB, dalam hal ini UNHCR dan IOM, kecuali pekerjaan yang sifatnya serabutan, itu diperbolehkan, dan gerak gerik mereka dibatasi.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09