Soppeng, Pilarindonesia.com – Semmaing (75), seorang warga asal Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dilaporkan hanyut terbawa arus banjir di jalanan yang menjadi penghubung dari Desa Lompulle menuju Desa Leworeng, sekitar pukul 18.30 WITA, Kamis petang tadi, 4 Juli 2024.

Informasi yang diperoleh, saat kejadian, korban bersama istrinya tengah dalam perjalanan menuju ke rumahnya setelah mengambil hewan ternak ayamnya di rumah sawah miliknya. Tiba-tiba istrinya terperosok di tepi jalanan yang sudah terendam banjir. Korban berusaha menyelamatkan istrinya, namun ternyata dia juga tidak mampu menyelamatkan diri hingga terbawa arus.
Humas Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soppeng, Rudinang, mengatakan sampai pada Kamis malam ini korban belum ditemukan, dan upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan.
“Belum ditemukan, sementara dalam pencarian,” ujarnya.
Banjir menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Soppeng sejak Kamis dini hari tadi akibat meluapnya Sungai Walanae efek curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir ini daerah tersebut.
Di antara wilayah yang terendam banjir, yakni Desa Kampiri, Kecamatan Citta. Kemudian di wilayah Cabbenge, Macanre, Marossa, Salonro, Kecamatan Lilirilau, serta di Kecamatan Ganra.
Di Desa Kampiri, ratusan unit rumah terendam banjir. Jalanan yang menjadi penghubung ke Kabupaten Bone itu tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Begitu pula di Lilirilau, pengendara yang hendak menuju ke Kabupaten Wajo, terpaksa harus berputar haluan.
Kendati demikian, Humas Tim Reaksi Cepat BPBD Soppeng, Rudinang, memastikan mulai Kamis sore tadi air mulai surut dan cuaca agak cerah.
Adapun terkait data korban dan kerugian materi akibat banjir. “Tim masih melakukan pendataan di lapangan. Laporan dari sejumlah titik belum masuk,” terangnya.