Rumuskan Pohon Pendidikan Moh. Natsir, Askar Patahuddin Raih Gelar Doktor dari UIKA Bogor

- Penulis Berita

Jumat, 19 Juli 2024 - 00:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DR. Askar Patahuddin (kanan) bersama wisudawan UIKA Bogor lainnya.

DR. Askar Patahuddin (kanan) bersama wisudawan UIKA Bogor lainnya.

Bogor, Pilarindonesia.com – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Jawa Barat, kembali menggelar wisuda yang diikuti sebanyak 531 lulusan, di Hotel Braja Mustika, Bogor, pada Rabu (17/7/2024).

Para wisudawan tersebut berasal dari 3 program, yakni sarjana, magister dan doktor.

Ketua Senat UIKA Bogor, Prof. KH. Didin Hafidhuddin, M.S. membuka sidang senat luar biasa itu dengan tiga ketukan palu sidang.

Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H.E. Mujahidin, M.Si., mengatakan prestasi yang diraih kampus UIKA dalam setahun terakhir, seperti penerimaan mahasiswa baru yang terus meningkat, beasiswa dari berbagai instansi pemerintah dan swasta, pencapaian akreditasi unggul program studi tingkat sarjana, magister dan doktor, serta profesor baru UIKA yang sudah berjumlah enam orang.

Selain itu, dia melanjurkan, diperolehnya hibah penelitian dan Kemendikbudristek hingga meraih predikat sebagai rektor terbaik kedua se-Indonesia pada 2023, dan menjadi 10 kampus swasta terbaik se-Jawa Barat.

“Ni’mat yang diperoleh ini karena kedekatan kita kepada Allah yang memberikan petunjuk, sehingga mampu membawa kampus Islam pertama dan terbesar di Bogor ini meraih pencapaian besarnya,” kata Mujahidin.

Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua Yayasan Pendidikan Ibn Khaldun Bogor, Kopertais Wilayah 2 dan kepala LLDIKTI IV Jawa Barat. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan SK wisudawan/wisudawati.

Dalam hajatan bersejarah itu, prosesi wisuda pertama dilakukan kepada para lulusan doktor program studi pendidikan agama Islam yang berjumlah 13 orang. Kemudian, wisudawan magister sebanyak 46 orang. Salah seorang wisudawan dalam program doktor dengan predikat magna cumlaude, diraih oleh Dr. Askar Patahuddin dengan IPK 3,97, yang merupakan dosen Akademi Da’i Indonesia (ADI) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Sulawesi Selatan, di Kota Makassar.

Disertasinya berjudul “Konsep Pendidikan Tinggi Islam Moh. Natsir dan Implementasi di Indonesia Dalam Konteks Keumatan”. Askar Patatuddin merumuskan pohon pendidikan tinggi Moh. Natsir dengan enam tahapan, masing-masing dasar pendidikan adalah tauhid, penguasaan bahasa asing, integrasi ilmu dan Islam, desekularisme, multidisipliner ilmu, serta menjadi muballigh dan profesional.

Askar Patahuddin menekankan pentingnya perguruan tinggi melahirkan da’i/guru, pejuang dan pemimpin sebagai pelanjut Moh. Natsir.

“Kata Moh. Natsir dalam capita selecta-nya; maju dan bangkitnya suatu bangsa ditentukan oleh kesediaan guru-guru yang siap berkorban untuk bangsanya. Natsir juga menekankan akan pentingnya muballigh-muballigh yang siap diutus ke daerah terpencil dan pedalaman mendakwahkan Islam dari bahaya sekularisme, kristenisasi dan nativisasi. Maka, alumni perguruan tinggi yang sesuai dengan worldview Qur’an adalah alumni yang siap yang menjadi pendidik (guru, dai, mubaligh), mujahid dan pemimpin,” terangnya.

“Semoga momen wisuda ini menyadarkan pentingnya worldview Islam dalam menyelesaikan problematika pendidikan di Indonesia, sehingga mereka dapat mengisi posisi ditengah umat dan bangsa,” Askar menambahkan.

Atas kelulusannya itu, DR. Askar Patahuddin menyampaikan terima kasih atas dukungan setiap umat yang mendukung program pendidikan kaderisasi ulama, dan seluruh program pencetakan dai dan muballigh di Indonesia.

“Terkhusus kepada Laznas Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia yang telah membiayai program PKU Doktor ini, wabil khusus Ustadz Dr. (C). H. Ade Salamun sebagai ketua tim Pendanaan PKU bersama Kang Agung (CEO SalamuNetwork) dan juga kepada Dr. Budi Handrianto, M.Pd. selaku ketua program PKU DDII. Jazakumullahu khairal jaza‘ (semoga Allah membalas yang terbaik, Amiin yaa Rabbal Alamin),” tutur Askar.

Laporan: Muhammad Gaffar (Pemuda Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Sulsel)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko
Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya
PPK Ormawa Himakaha Unhas Launching Lahan Hijauan di Maros, 1.500 Stek Unggul Resmi Ditanam
Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar
WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar
Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah
Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa
Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09