Indonesia dan Arab Saudi Kemungkinan Beda Lebaran Idul Adha 1445 H

- Penulis Berita

Senin, 3 Juni 2024 - 06:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Muh. Akhyar, M.Sc

Andi Muh. Akhyar, M.Sc

Insya Allah, dalam beberapa hari ke depan, kita akan memasuki bulan Dzulhijjah.

Dalam bulan tersebut, banyak disyariatkan amalan-amalan yang mulia, terutama pada sepuluh hari pertamanya.

Siang hari pada 10 awal Dzulhijjah dihukumi lebih mulia dibadingkan siang hari pada 10 terakhir bulan Ramadhan.

Puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah akan menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan setahun yang akan datang.

Doa pada hari yang sama adalah sebaik-baik doa. Wukuf di Padang Arafah pada hari itu adalah inti ibadah haji.

Pada tanggal 10 Dzulhijjah disyariatkan untuk shalat Idul Adha, dan awal waktu penyembelihan qurban hingga berakhirnya hari tasyrik.

Hari tasyrik dimulai pada tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah. Sejak Subuh pada tanggal 9 hingga berakhirnya hari tasyrik, kita disyariatkan memperbanyak takbir setelah shalat fardhu.

Selain perintah beramal sholeh, terdapat pula larangan untuk memotong kuku bagi yang ihram sampai tahallul atau yang niat berkurban hingga kurbannya disembeli. Demikian pula larangan untuk berpuasa pada hari tasyrik.

Semua perintah dan larangan tersebut terikat dengan tanggal. Oleh karena itu, menjadi penting untuk mengetahui kapan masuknya tanggal 1 Dzulhijjah.

Muhammadiyah dengan metode hisab wujudul hilal telah mengeluarkan maklumat penetapan 1 Dzulhijjah 1445 H yang akan jatuh pada tanggal 8 Juni 2024. Keputusan yang sama dikeluarkan oleh Persatuan Islam (Persis) dengan metode hisab imkanurukyat-nya NeoMabims-nya.

Pemerintah Indonesia, Nahdatul Ulama (NU), dan Wahdah Islamiyah (WI) baru akan mengumumkan penetapan 1 Dzulhijjahnya pada hari jumat 7 Juni petang, setelah masuknya semua laporan hasil rukyatul hilal di seluruh Indonesia.

Berbagai hasil penelitian internasional dan pengalaman rukyat di Indonesia menyatakan bahwa pada hari tersebut jika langit cerah, hilal memungkinkan terlihat di seluruh wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, diperkirakan ketiganya akan menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Sabtu, 8 Juni 2024. Dengan demikian, Idul Adha 1445 H oleh pemerintah Indonesia dan mayoritas ormas Islam adalah Senin, 17 Juni 2024.

Berbeda dengan pemerintah Indonesia, Kerajaan Saudi Arabiyah akan melakukan rukyatul hilal pada hari Kamis, 6 Juni.

Tinggi hilal di Saudi saat itu berkisar 1 – 2 derajat, di mana hilal akan terbenam sekitar 13 menit setelah matahari terbenam.

Memang tidak ada satu pun penelitian yang menguatkan keterlihatan hilal saat itu. Namun, berdasar pengalaman rukyat di sana, biasanya akan ada orang tertentu di tempat tertentu yang mengaku melihat hilal.

Jika kebiasaan tersebut masih berlanjut, maka 1 Dzulhijjah di Saudi Arabiyah akan Jatuh pada hari Jumat tanggal 7 Juni 2024. Keputusan ini akan lebih cepat satu hari dibandingkan Indonesia.

Sebaliknya, jika tidak ada pengakuan melihat hilal, putusannya akan sama dengan Indonesia. Dewan Dakwah Islamiya Indonesia (DDII) dan Hisbu T* Indonesia (H*I) biasanya mengikuti rukyat global Saudi Arabiyah.

Dengan demikian, diprediksi kemungkinan akan terjadi perbedaan Hari Raya Idul Adha 1445 H di Indonesia dan Arab Saudi. Pemerintah Indonesia dan mayoritas ormas Islam (Muhammadiyah, Persis, NU, dan WI) akan shalat Idul Adha pada hari Senin, 17 Juni 2025. Sedangkan pemerintah Arab Saudi kemungkinan besar merayakan satu hari sebelumnya, Ahad 16 Juni 2024.

Wallahu a’lam.

Penulis: Andi Muh. Akhyar, M.Sc., mahasiswa kelahiran Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, yang tengah mengambil program doktor Ilmu Falak di King Abdulaziz University, Saudi Arabiyah.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan
MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy
Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang
Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang
Tahfiz Gratis Al-Hafisku Gowa Wisuda Perdana Penghafal Qur’an 30 Juz, Hadir Juga Juara Hafiz Indonesia
Dr Syamsuddin Arif Jelaskan Makna Akal dalam Diskusi Subuh di Masjid Sultan Alauddin Makassar
Hari Arafah Adalah Waktu Mustajab, Jangan Lupa Perbanyak Doa
Jangan Lupa Sahur Sebentar untuk Puasa Arafah Kamis Besok, Pahalanya Dahsyat

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09