Madinah, Pilarindonesia.com – Jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama asal Embarkasi Makassar (UPG 01), tiba dengan selamat di Bandara Amin Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Kota Suci Madinah, pada Ahad (12/5/2024), sekitar pukul 23.45 waktu Arab Saudi, atau pukul 04.45 Subuh waktu Indonesia bagian tengah.

Mereka menumpangi Pesawat Garuda GA 1101, yang berisi 444 jemaah, ditambah 5 orang petugas kloter, dengan lansia sebanyak 76 orang, dan menggunakan kursi roda 14 orang.
Satu jemaah dinyatakan batal berangkat sejak di Embarkasi Makassar, atas nama Khaulah Syahidah Raja usia 25 tahun asal Makassar, karena positif hamil.
Kedatangan jemaah disambut oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Bandara yang selalu standby melayani jemaah haji Indonesia.
Para Petugas Haji yang menyambut dengan sigap membantu para jemaah. Ada yang menuntut jemaah sampai bis, memayungi, mendorong kursi roda.
Jemaah yang didominasi warga asal Kota Makassar keluar melalui terminal internasional khusus haji, Tampak wajah-wajah haru dan bahagia dari para jemaah saat pertama kali menginjakan kaki di Tanah Suci. Beberapa terlihat berkaca-kaca. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang langsung sujud syukur
Kepala Daker Bandara, Abdillah, juga mengaku sangat senang melihat penyambutan jemaah kloter Upg 01 yang berlangsung dengan baik, mulai dari fasilitas yang diberikan pemerintah Arab Saudi sampai dengan kesigapan para petugas.
“Alhamdulillah, semua berlangsung baik. semua berjalan lancar. Semoga bisa terus dipertahankan, dan ditingkatkan” ucapnya.
Abdillah juga berpesan kepada jemaah untuk tidak terlalu memforsir tenaga untuk ibadah yang sifatnya sunnah usai tiba di Madinah. Apalagi, puncak haji saat Armuzna masih berlangsung lama.
“Ibadah itu bagus, tapi jangan terlalu memforsir fisik yang justru bisa menguras tenaga. Jangan nanti karena terlalu mengejar ibadah yang sunnah, justru menyebabkan kondisi fisik saat puncak haji menjadi drop,” katanya.
Jemaah selanjutnya menuju Pavillium Tiga Terminal Khusus Haji untuk selanjutnya diberangkatkan menuju Kota Madinah dengan menumpang 11 bus tepatnya di Al Fairooz Shatta Hotel yang berada di sektor 1 Kota Madinah sampai 9 hari kedepan.
Tim Media Centre Haji (MCH) juga sempat bertemu dengan jemaah haji termuda berusia 18 tahun yang bernama Rezki Ananda Putri, di mana keberangkatannya menunaikan ibadah haji tahun ini karena menggantikan kuota ayahnya yang wafat pada tahun 2020.
Dengan mata berkaca kaca, kepada Koordinator MCH Daker Bandara, Mawardi, Rezki Ananda Puteri menuturkan perasaan yang campur aduk.
“Di satu sisi, saya merasa senang, di usia saya saat ini sudah diberi kesempatan menunaikan ibadah haji. Tapi di sisi lain merasa sedih dan terharu, karena posisi saya yang menggantikan almarhum ayah, seharusnya beliau ah yang berangkat berhaji,” tuturnya dengan suara tertahan.
Rizki berjanji begitu berkesempatan shalat di Masjid Nabawi dan di depan Kakbah, doa pertama yang akan dilangitkan adalah doa keselamatan untuk almarhum ayahnya.
“Semoga seluruh pahala haji saya diberikan kepada ayah saya, aamiin,” tuturnya.