
Makassar, Pilarindonesia.com – Petunjuk arah kiblat yang berada di Pos 5 Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, diduga sengaja dicabut dan dibuang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Benda berbahan cor, yang di atasnya bertuliskan kalimat kiblat dan bergambar Kakbah, beserta dengan tanda panah sebagai pengarah arah saat mendirikan ibadah shalat itu, ditemukan di dalam kawasan hutan di wilayah pos tersebut.
“Sempat kami kewalahan mencarinya kemarin ustadz, tapi tidak kunjung ketemu, tapi qaddarullah (atas izin Allah Ta’ala) waktu Maghrib, kami pergi cari kayu bakar, awalnya kami kira kuburan tapi setelah kami perhatikan, ternyata itu arah kiblat Mapala STIBA (Mahasiswa Pecinta Alam Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab) yang dibuang,” tulis Fabiyan Ghali, di kolom Facebook Ustadz Syandri Syaban, yang memposting informasi itu, terkonfirmasi, Jumat, 26 Januari 2024.
Pendiri Mapala STIBA, Ustadz Syandri Syaban, cukup geram mendengar kabar itu. “Petunjuk arah kiblat itu dibuang oleh tangan-tangan kurang ajar yang tak bertanggungjawab,” tuturnya.
Dia mengatakan, pemasangan arah kiblat itu dilakukan pendaki dari Mapala STIBA pada Juli 2023 lalu dengan dengan susah payah.
“Dimulai dari belajar khusus menentukan arah kiblat, membawa alat pentunjuk arah kiblat sampai ke pos 7, belum lagi semen dan bahan lainnya. Semua itu kami lakukan untuk memudahkan para pendaki Muslim agar tetap bisa beribadah dengan baik meskipun sedang di hutan dan gunung, lalu kenapa Anda lepaskan dan buang?” kata Ustadz Syandri, yang juga merupakan pendiri Mapala STIBA, dan dosen di kampus itu.
Dia menyampaikan, Mapala STIBA berinisiatif memasang arah kiblat yang paten untuk memudahkan pendaki saat menentukan kiblat.
“Kalau ada pertanyaannya; para pendaki tahu pakai kompas, jawaban kami, pertama, apakah semua tahu pakai kompas? kedua, apakah sama ketepatan kiblat yang dibuat teman-teman dengan ilmu falakiyah yang sudah dipelajari, dengan yang hanya menebak-nebak saja arahnya?” terang Ustadz Syandri.
Sejumlah netizen melalui komentar di kolom Facebook Ustadz Syandri Syabab saling mengajak agar kasus itu diusut dan dicari tahu sosok pelakunya.