Petunjuk Arah Kiblat di Pos 5 Gunung Latimojong Enrekang Diduga Sengaja Dibuang

- Penulis Berita

Jumat, 26 Januari 2024 - 03:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petunjuk arah kiblat yang ditemukan tercabut di Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Petunjuk arah kiblat yang ditemukan tercabut di Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Makassar, Pilarindonesia.com –  Petunjuk arah kiblat yang berada di Pos 5 Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, diduga sengaja dicabut dan dibuang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Benda berbahan cor, yang di atasnya bertuliskan kalimat kiblat dan bergambar Kakbah, beserta dengan tanda panah sebagai pengarah arah saat mendirikan ibadah shalat itu, ditemukan di dalam kawasan hutan di wilayah pos tersebut.

“Sempat kami kewalahan mencarinya kemarin ustadz, tapi tidak kunjung ketemu, tapi qaddarullah (atas izin Allah Ta’ala) waktu Maghrib, kami pergi cari kayu bakar, awalnya kami kira kuburan tapi setelah kami perhatikan, ternyata itu arah kiblat Mapala STIBA (Mahasiswa Pecinta Alam Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab) yang dibuang,” tulis Fabiyan Ghali, di kolom Facebook Ustadz Syandri Syaban, yang memposting informasi itu, terkonfirmasi, Jumat, 26 Januari 2024.

Pendiri Mapala STIBA, Ustadz Syandri Syaban, cukup geram mendengar kabar itu. “Petunjuk arah kiblat itu dibuang oleh tangan-tangan kurang ajar yang tak bertanggungjawab,” tuturnya.

Dia mengatakan, pemasangan arah kiblat itu dilakukan pendaki dari Mapala STIBA pada Juli 2023 lalu dengan dengan susah payah.

“Dimulai dari belajar khusus menentukan arah kiblat, membawa alat pentunjuk arah kiblat sampai ke pos 7, belum lagi semen dan bahan lainnya. Semua itu kami lakukan untuk memudahkan para pendaki Muslim agar tetap bisa beribadah dengan baik meskipun sedang di hutan dan gunung, lalu kenapa Anda lepaskan dan buang?” kata Ustadz Syandri, yang juga merupakan pendiri Mapala STIBA, dan dosen di kampus itu.

Dia menyampaikan, Mapala STIBA berinisiatif memasang arah kiblat yang paten untuk memudahkan pendaki saat menentukan kiblat.

“Kalau ada pertanyaannya; para pendaki tahu pakai kompas, jawaban kami, pertama, apakah semua tahu pakai kompas? kedua, apakah sama ketepatan kiblat yang dibuat teman-teman dengan ilmu falakiyah yang sudah dipelajari, dengan yang hanya menebak-nebak saja arahnya?” terang Ustadz Syandri.

Sejumlah netizen melalui komentar di kolom Facebook Ustadz Syandri Syabab saling mengajak agar kasus itu diusut dan dicari tahu sosok pelakunya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09