
Makassar, Pilarindonesia.com – Ummat Islam di Kota Makassar menegaskan akan terus menyuarakan aksi boikot terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan penjajah Zionis Yahudi Israel.
Seruan boikot itu terus menggema dari sejumlah kegiatan unjuk rasa atau pun pengajian yang digelar di beberapa tempat di Kota Makassar.
Seperti dalam Tabligh Akbar Munajat Palestina yang diadakan Komite Solidaritas (KITA) di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf, Kota Makassar, pada Ahad (17/12/2023) lalu, seruan boikot itu disampaikan sejumlah tokoh.
“Mari kita ikuti seruan dan imbauan MUI untuk melakukan gerakan boikot terhadap seluruh produk-produk Israel yang mendukung serangan brutal terhadap masyarakat Gaza, Palestina. Kita ikut, dan kita tidak akan berhenti sekali lagi, baik produk Israel langsung atau pun perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dan memproklamirkan dukungan terhadap serangan atas masyarakat Palestina,” kata Ustadz Rahmat Abdurrahman dalam acara itu.
Dia menegaskan, seruan dan tindakan boikot akan terus menerus dilakukan sampai Palestina mendapatkan kemerdekaan.
Ustadz Rahmat juga mengajak para peserta tabligh akbar untuk ikut dalam gerakan julid fisabilillah, sebuah gerakan jihad lewat media sosial dalam bentuk menyerang akun-akun militer Israel atau pun akun-akun medsos pendukung zionis.
“Ayo gaungkan di media sosial; kalau sudah boring di media sosial, ikut gerakan julid fisabilillah. Serang itu akun-akun tentara dan prajurit Israel. Jatuhkan mental mereka, dan alhamdulillah, sudah banyak yang tutup akun para tentara Israel,” ujar Ustadz Rahmat.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Muzayyin Arif, di depan para jamaah, juga mengajak peserta untuk tetap menghadirkan rasa kepedulian terhadap Palestina.
“Dalam suasana haru yang menyelimuti kita semua, terutama setelah menyaksikan tadi situasi yang terjadi di Palestina. Kalau ada yang paling kita khawatirkan hari ini terhadap kondisi yang terjadi di Gaza, itu adalah kekhawatiran bahwa kita kehilangan nurani kita, kehilangan sensitifitas kita, melalaikan kewajiban kita terhadap saudara-saudara seiman kita di Palestina,” ungkapnya.
Menurutnya, jamaah yang tergerak untuk hadir dalam tabligh akbar itu bagian dari merawat nurani, mengokohkan ukhuwah Islamiyah agar tetap dijaga oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam barisan pejuang agamanya.
“Saya sebagai bagian dari perwakilan masyarakat yang ada di pemerintah Sulawesi Selatan sebagai unsur pemerintah, sebagai unsur pimpinan di DPRD Sulawesi Selatan, tentu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru-guru kita yang telah menginisiasi dan mengajak kaum muslimin yang ada di selatan ini untuk duduk bersama menghadirkan kepedulian terhadap apa yang terjadi di Palestina,” tutur Muzayyin.