Hari Penyiaran Nasional, Radio Harus Mampu Kemas Program Menarik

- Penulis Berita

Minggu, 2 April 2023 - 04:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Pilarindonesia.com – Pemerintah menetapkan 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional berdasarkan surat Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 9 Tahun 2019 yang ditanda tangani Presiden  Joko Widodo.

Di Kota Makassar, peringatan Hari Penyiaran Nasional itu digelar dalam bentuk diskusi bertajuk Eksistensi Radio di Tengah Gempuran Teknologi di Era Digital, di Studio Suara Celebes FM.

Komisioner KPID Sulsel, Riswansa Muchsin, salah satu pembicara, menyikapi tantangan dunia penyiaran saat ini.

Dia sarankan agar lembaga penyiaran harus melakukan penyesuaian terhadap kehadiran teknologi yang tidak hanya menyentuh pada aspek pengadaan teknologi, tetapi juga lembaga penyiaran harus mampu memperhatikan program agar tidak ditinggal oleh pemirsa atau pendengarnya.

“Radio harus bisa kembali menjadi media pemersatu bangsa, karena Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, yang pertama kali menyiarkan adalah radio, sehingga kita yang berada di luar pulau Jawa juga mengetahui kemerdekaan Indonesia pada waktu itu,” ujarnya.

Chiwank, sapaan akrabnya, menjelaskan kekuatan radio itu akan ada sepanjang masa. Terbukti, kata dia, di era 1990-an, masuknya televisi swasta sebagai alternatif hiburan masyarakat, namun radio yang awalnya sempat pesimis akhirnya mampu berada di tengah pusaran pilihan untuk hiburan dan informasi.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramadhan Pomanto, yang juga sebagai pembicara, menyebutkan radio merupakan tempat atau wadah untuk mendeskripsikan narasi, karena kekuatan radio ada pada narasi yang disiarkan, sehingga penyiar diharapkan mampu membawa pendengarnya untuk ikut berimajinasi pada siaran radio.

Adapun budayawan Sulsel, Yudistira Sukatanya, dalam diskusi, menyebut radio juga merupakan alat sihir yang efektif untuk pendengar agar memahami pesan yang akan tersampaikan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09