Pengamat: Danny-Fatma Tetap Santun Hadapi Fitnah

- Penulis Berita

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi. Foto: Istimewa

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi. Foto: Istimewa

Makassar, Pilarindonesia.com – Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf, menilai tuduhan yang dialamatkan kepada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) sebagai bentuk kepanikan dan ketakutan dari pihak tertentu menjelang pencoblosan Pilkada Makassar.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi oleh pasangan yang sedang dalam posisi kuat dan diunggulkan survei itu sesuatu yang lumrah, sehingga menjadi sasaran utama dengan target untuk dijatuhkan.

“Saya melihat bahwa dominasi Danny-Fatma yang menjadikannya diterpa oleh dinamika politik sekarang ini. Serangan darat, laut, dan udara ke pasangan ini sangat gencar menjelang pencoblosan,” kata Ibnu Hadjar Yusuf, Selasa (20/10/2020).

Dia menjelaskan, upaya downgrade atau skenario mendiskualifikasi kandidat kuat dalam setiap hajatan politik, bisa dibaca sebagai bentuk ketakutan dan kepanikan yang diduga dari lawan politik.

“Bacaan psikologinya memang seperti itu. Ketika ada gerakan yang begitu massif jelang hari H, bisa saja ada dugaan kepanikan dari kubu lain,” terang Ibnu Hadjar Yusuf.

Olehnya, dia menyatakan memberikan jempol kepada Danny dan Fatma yang tetap santun menghadapi serangan yang dialami.

“Pak Danny dan Bu Fatma cukup tenang menanggapi ini semua, tanpa keluar dari substansi perjuangan pencalonan mereka. Mereka tetap konsisten melakukan sosialisasi, melakukan kampanye yang memang masyarakat menunggu itu. Itu sangat natural,” tutur Ibnu Hadjar.

Ketenangan Danny-Fatma, kata dia, bisa dianggap sebagai bentuk konsistensi untuk terus adu gagasan dan program demi menciptakan kontestasi yang berkualitas.

“Ayo kampanyekan misi dan visinya, berjuang tanpa harus gontok-gontokan, tanpa harus mencederai sistem demokrasi. Inilah seharusnya momentum untuk memberikan pencerahan politik kepada publik, yang mendidik dan mencerahkan. Nikmatilah alurnya,” bebernya.

Jangan sampai, lanjut Ibnu, masyarakat memperoleh contoh tidak mendidik. “Tidak usah pertontonkan hal-hal aneh. Masyarakat akan menertawai itu. Kasihan juga melihatnya, kan. Cobalah bersaing dengan cara yang lebih elegan. Jangan jadikan masyarakat justru mendapatkan pembohongan dan pembodohan politik,” pungkasnya.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Aminuddin Ilmar, berpandangan bahwa ketenangan Danny-Fatma dalam menghadapi tudingan negatif menjadi penilaian positif bagi warga Kota Makassar.

“Ini akan dinilai oleh masyarakat dan pemilih di Makassar. Saya rasa masyarakat di Makassar sudah berpengalaman terhadap apa yang terjadi. Mari berkompetisi secara sehat dan menyerahkan pilihan kepada masyarakat,” kata Prof Ilmar.

Prof Ilmar mengatakan, jika memang nantinya persoalan ini terbukti dilakukan oleh pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Danny-Fatma, maka mesti mendapat tindak lanjut. “Kalau memang itu jebakan, harus ditelusuri lebih jauh,” tandas Prof Ilmar.

Irfan

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kader PPP Asal Brebes ini Dukung Amran Sulaiman jadi Ketum PPP
Dukung Hasil Mukernas PPP, Neng Ais Brebes Minta Seluruh Kader Bersemangat Lagi
Sukses Fokus Kawal Suara, Belum Pernah Ada Pertemuan dengan Siap-Ada Pasca Pilkada
Quick Count Unggulkan Appi-Aliyah, Ustadz Muchtar Dg Lau Dkk Turut Berbahagia
Suwardi-Selle Menang Hasil Hitung Cepat, Jubir: Ini Kemenangan Seluruh Warga Soppeng
Kampanye Akbar Suwardi-Selle Sore ini Libatkan 42 Ribu Massa, Dimeriahkan Ratu Dangdut Elvy Sukaesih
Ustadz Muchtar Dg Lau dan Pendukungnya All Out Menangkan Appi-Aliyah
Karang Taruna Makassar Minta Semua Pihak Wujudkan Pilkada 2024 Netral dan Kondusif

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09