Makassar, Pilarindonesia.com – Setelah melakukan upaya pencarian selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan salah seorang korban kapal tenggelam di perairan Tanjung Bunga, Kota Makassar, sekitar pukul 08.30 WITA, Selasa, 22 Februari 2022.

Korban bernama Saleh. Kakek berusia 60 tahun itu hanyut tenggelam saat kapalnya pecah dihantam ombak pada Ahad malam kemarin.
Kepala Kantor Basarnas Sulsel, Djunaidi, mengatakan korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi korban dinyatakan tenggelam.
“Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 08.30 Wita, dan ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi terduga tenggelamnya korban, dan sudah dievakuasi ke rumah duka,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Ahad malam kemarin, dilaporkan adanya dua kapal nelayan yang memuat pemancing ikan, pecah dan tenggelam saat dihantam ombak besar di perairan Makassar.
Kapal Wisata Bahari yang memuat delapan nelayan, satu di antaranya juga ditemukan meninggal dunia, dan 7 orang lainnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi. Senasib dengan Kapal Tokka-tokka yang memuat sebanyak lima nelayan, 4 di antaranya berhasil diselamatkan, dan seorang ditemukan meninggal dunia, yakni Saleh, yang telah dievakuasi Selasa pagi tadi.
Kondisi cuaca di Sulawesi Selatan, terutama di Kota Makassar dan sekitarnya, selama beberapa hari terakhir, cukup ekstrim, dikarenakan hujan deras disertai angin kencang terus melanda. Pada Selasa siang hari ini, hujan deras kembali mengguyur meski malam hingga pagi tadi hujan sempat reda.
Sementara itu, dengan ditemukannya dua korban tenggelam, maka Basarnas Sulsel menyatakan operasi SAR dinyatakan ditutup.
“Dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansinya masing-masing,” tutur Djunaidi.