Fitnah yang paling berbahaya di akhir zaman adalah fitnah Dajjal. Ia didahului oleh kemunculan para penyeru kesesatan dengan menggunakan retorika agama dan simbol- simbol Islam.

Mereka adalah ulama-ulama suu‘ atau jahat, yang sangat piawai menggunakan Alqur’an dan hadits untuk membolehkan yang haram dan menjauhkan manusia dari kewajiban syariat.
Mereka nekat melakukan perbuatan terkutuk itu lantaran ambisi memperoleh harta dan jabatan, meskipun menjerumuskan seluruh pengikutnya ke dalam Neraka Jahannam.
Di dalam hadits yang shahih (kuat), diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Huzaifah bin Al Yaman, Rasulullah bersabda menjelaskan tentang ulama-ulama suu’ itu :
دُعَاة على أبواب جهنَّم، مَن أجابَهُم إليها قذَفُوه فيها.
“Para penyeru yg mengajak ke pintu- pintu Neraka Jahannam, siapapun yang memenuhi ajakan itu, niscaya mereka akan mencampakkannya ke dalam Jahannam.”
Nabi juga telah menerangkan ciri- ciri mereka :
هُمْ مِن جِلدَتِنا، ويتكلَّمون بألسِنتِنا
“Mereka sekulit dengan kita, dan berbicara menggunakan lisan kita pula.”
Artinya mereka menggunakan simbol dan aksesoris Islam, serta piawai menggunakan dalil dan retorika agama.
Hanya saja fatwa- fatwa mereka akan selalu selaras dengan kesesatan, sejalan dengan keinginan hawa nafsu penguasa dan membuat gembira para ahli maksiat.
Ulama- ulama suu‘ itulah yg nanti akan menguasai panggung publik di akhir zaman dan leluasa menyebarluaskan kesesatannya di tengah- temgah manusia.
Mereka akan dikelilingi, dibela, dipuja oleh penguasa zhalim dan ahli maksiat serta para penista agama.
Waspadalah!!
Makassar, 27 Desember 2021
Penulis: Ustadz Fadlan Akbar (UFA). Lc., M.H.I., dosen Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar.