KOICA-IOM Bermitra Atasi Dampak COVID-19 Terhadap Pekerja Migran Indonesia 

- Penulis Berita

Selasa, 13 Juli 2021 - 13:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Zoom meeting koordinasi antara IOM dan KOICA

Kegiatan Zoom meeting koordinasi antara IOM dan KOICA

Jakarta, Pilarindonesia.com – Melalui dukungan dari Korea International Cooperation Agency (KOICA), IOM meluncurkan program kegiatan multi-sektor baru untuk mendukung upaya Pemerintah Republik Indonesia dalam mengatasi dampak sosial ekonomi dari pandemi COVID-19 terhadap pekerja migran Indonesia (PMI), dan keluarga mereka, serta untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan di berbagai titik masuk di wilayah Indonesia.

Program kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme respons KOICA yang bertajuk Program Agenda Membangun Ketahanan terhadap COVID-19 melalui Kerja Sama Pembangunan, atau Program ABC (Agenda for Building Resilience against COVID-19 through Development Cooperation).

Dalam pelaksanaannya, KOICA dan IOM akan bermitra dengan Badan Nasional Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan mitra pemerintah lainnya untuk memberikan bantuan di lokasi transit bagi PMI yang kembali dan untuk membantu keluarga PMI yang terdampak melalui penyaluran bantuan pemberdayaan ekonomi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Selain itu, dukungan teknis kepada pemerintah daerah juga akan diberikan dalam memastikan agar respons pandemi di tingkat daerah turut mencakup pekerja migran.

PMI dan keluarganya telah menghadapi kesulitan besar selama pandemi, termasuk di antaranya kehilangan pekerjaan, ketidakmampuan untuk pergi bekerja ke luar negeri, serta adanya stigma yang mereka hadapi baik di luar maupun di dalam negeri.

Survei IOM terhadap pekerja migran Indonesia yang kembali ke tanah air selama masa pandemi menunjukan bahwa lebih dari 70% menganggur sepulangnya mereka ke Indonesia.

Hoejin Jeong, Country Director untuk KOICA Indonesia, menyampaikan harapan tulusnya akan manfaat yang dapat dihasilkan melalui Program ABC.

“Sejalan dengan dukungan kami di tahun 2020, Program ABC dari KOICA menekankan pada upaya peningkatan kapasitas testing COVID-19 serta penyaluran bantuan darurat yang berkelanjutan. Dengan kemitraan yang kuat antara KOICA dan IOM, kami sangat berharap dapat membantu kelompok rentan seperti para migran yang seringkali terabaikan dan memastikan keselamatan jiwa, tersedianya respons untuk meningkatkan mata pencaharian, serta meningkatkan kapasitas pemulihan dari pandemi  di tengah munculnya varian virus delta dan situasi COVID-19 yang semakin mencekam.” kata Hoejin.

Louis Hoffmann, Kepala Misi IOM Indonesia, menekankan bagaimana mobilitas merupakan elemen penting untuk juga dimasukan ke dalam upaya respons dan pemulihan COVID-19 yang lebih luas.

“Pandemi COVID-19 saat ini tetap merupakan sebuah isu kesehatan. Namun demikian, keadaan ini juga membawa dampak yang luas terhadap mobilitas. Sistem imigrasi dan perbatasan secara signifikan mempengaruhi keadaan semua orang yang melakukan perpindahan, termasuk para pekerja Indonesia yang bermigrasi untuk bekerja demi meningkatkan keterampilan mereka dan mengirimkan remitansi kepada anggota keluarganya. Rencana respons dan pemulihan COVID-19 kita harus memprioritaskan aspek kesehatan di berbagai titik utama sepanjang perjalanan migrasi, sehingga mobilitas atau perpindahan dapat tetap terlaksana dengan aman dan tertib,” tambah Hoffmann.

Program kegiatan baru yang didanai oleh KOICA ini juga akan meningkatkan kapasitas petugas garda depan di bandara, pelabuhan, dan daerah lintas batas di Indonesia, termasuk melalui penguatan pelaksanaan protokol COVID-19 dan kapasitas pendeteksian COVID-19 di berbagai titik masuk. Penularan COVID-19 di Indonesia terus meningkat, terutama setelah musim libur perayaan Idul Fitri pada Mei 2021 dan munculnya penyebaran varian virus Delta, dengan jumlah kasus terdeteksi yang mulai meningkat pada akhir Juni 2021.

Tentang KOICA

Mandat KOICA adalah untuk berkontribusi pada kemajuan kerjasama internasional melalui berbagai proyek yang membangun hubungan persahabatan dan kolaboratif dan pertukaran timbal balik antara Korea dan negara-negara berkembang, serta mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara berkembang. Untuk mengetahui lebih lanjut, kunjungi:www.koica.go.kr

Tentang IOM

Didirikan pada tahun 1951, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) – Badan Migrasi PBB – merupakan organisasi antar pemerintah yang terdepan dan berdedikasi untuk mempromosikan migrasi yang berperikemanusiaan dan teratur, yang bermanfaat bagi semua. IOM melakukannya dengan meningkatkan pemahaman tentang isu migrasi, membantu pemerintah dalam menangani tantangan migrasi, mendorong pembangunan sosial dan ekonomi melalui migrasi, dan menegakkan martabat serta kesejahteraan migran, keluarga, dan komunitasnya. Untuk informasi lebih lanjut tentang IOM di Indonesia, kunjungi https://indonesia.iom.int/

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09