Tiba di Bantaeng, 20 TKA China Langsung Dikarantina

- Penulis Berita

Selasa, 6 Juli 2021 - 05:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TKA asal China dikarantina di Kabupaten Bantaeng setelah diswab. Foto: Istimewa

TKA asal China dikarantina di Kabupaten Bantaeng setelah diswab. Foto: Istimewa

Bantaeng, Pilarindonesia.com – Tim Satuan Tugas Percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, langsung melakukan upaya swab antigen dan Swab PCR kepada 20 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang datang sejak pekan lalu.

Sambil menunggu hasil laboratorium keluar, mereka saat ini menjalani karantina.

“Sejak Sabtu, kita sudah melakukan Swab Antigen. Hasilnya tidak ada yang reaktif tetapi kita juga sudah melakukan swab PCR. Insya Allah sebentar malam hasilnya sudah ada,” jelas Juru Bicara Satgas COVID-19 Bantaeng, dr Andi Ihsan, Senin, 5 Juli 2021.

Dia mengatakan, upaya mencegah sebaran COVID-19 akan terus dilakukan. Dia mengaku, selama hasil swab PCR belum terbit, maka para TKA itu tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas di PT Huady.

“Mereka saat ini kita haruskan untuk tidak berkeliaran dan tetap berada di Rusunawa PT Huady,” jelas Andi Ihsan.

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah meminta dokumen kelengkapan vaksin para TKA itu. Dia menyebut, saat ini ke-20 TKA yang datang ke Bantaeng itu sudah dilengkapi dengan sertifikat vaksin.

“Semuanya memiliki sertifikat vaksin. Dokumennya semua ada sama saya,” jelas dr Ihsan.

Kedatangan para TKA asal China di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di Tanah Air langsung menuai sorotan tajam.

Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli, menyebut memasukkan TKA China tanpa izin merupakan contoh yang buruk, sehingga dia meminta Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan langkah tegas.

Dia bahkan mencurigai adanya oknum yang bermain sehingga para TKA China tersebut melenggang bebas masuk ke Indonesia, khususnya di Sulsel.

“Saya rasa oknum yang melonggarkan mereka hingga masuk ke Sulsel tanpa izin harus diberikan tindakan tegas supaya hal ini tidak terulang lagi. Jangan karena ulah segelintir orang lantas kebijakan yang sudah baik justru amburadul,” kata Zulkifli.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09