Pembuat Surat Rapid Tes Antigen Palsu di Makassar Ditangkap Polisi

- Penulis Berita

Senin, 1 Februari 2021 - 05:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rapid Tes. (Internet).

Ilustrasi Rapid Tes. (Internet).

Makassar, Pilarindonesia.com–Kepolisian Sektor (Polsek) Bandara Hasanudddin dikabarkan telah menangkap oknum pembuat surat rapid test antigen palsu yang ditemukan dari para calon penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar beberapa waktu lalu.

Kapolsek Bandara Hasanuddin, Iptu Asep Widianto yang dikonfirmasi membenarkan perihal penangkapan oleh oknum pembuat surat rapid test antigen palsu tersebut. Ia mengatakan, bahwa oknum tersebut telah diamankan di Mapolres Maros.

“Alhamdulillah, oknumnya sudah diamankan dan kami titip di Polres Maros,” kata Iptu Asep, Senin 1 Februari 2021.

Oknum tersebut, kata Asep, meminta kepada calon penumpang pesawat yang mewajibkan membayar untuk mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19 dengan membayar sejumlah uang.

“Para calon penumpang ini membayar bervariasi ada yang Rp 200 ribu. Ada yang Rp 250 ribu untuk mendapatkan surat rapid test antigen tanpa melalui pemeriksaan yang seharusnya,” katanya

Asep mengatakan, bahwa sebelum mengamankan oknum tersebut pihaknya telah mengamankan terlebih dahulu sejumlah dokumen rapid test antigen palsu itu dari para calon penumpang.

“Sebelumnya kami temukan adanya surat rapid tes antigen palsu dari 18 orang calon penumpang di Bandara Hasanuddin, dari situ kami lakukan penyelidikan,” bebernya.

Diketahui, para penumpang yang berencana hendak melakukan perjalanan, namun sesuai aturan protokol kesehatan setiap penumpang diwajibkan membawa surat keterangan bebas Covid-19 yang nanti diperiksa di petugas kesehatan di bandara.

Asep menerangkan, penemuan dokumen palsu tersebut berawal ketika rombongan calon penumpang tujuan Denpasar, Bali, sedang antri saat akan melakukan pemeriksaan dokumen di Satgas Covid-19.

Kemudian saat diperiksa dokumen rapid tes antigen para penumpang, para petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas 1A Makassar menemukan adanya nomor registrasi tidak terdaftar dari dokumen rapid tes antigen yang dikeluarkan dari RSW UIT Makassar.

“Ada kecurigaan dari pihak petugas karena nomor registrasinya di dokumen itu tidak terdaftar, sehingga pihak KKP Makassar menghubungi pihak rumah sakit dan mendapat keterangan bahwa benar tidak ada nomor registrasi rapid antigen yang terdaftar dari 16 orang rombongan itu,” paparnya.

Usai diketahui dari ke-16 itu, lanjut Asep, ternyata pihak KKP Makassar kembali mendapatkan dokumen palsu dari calon penumpang tujuan Surabaya yang sumber dokumennya dari rumah sakit yang sama.

“Ternyata tak hanya 16 orang itu, ada lagi penumpang yang diamankan karena nomor registrasinya tidak terdaftar dari rumah sakit yang sama. Jadi totalnya ada 18 orang yang diamankan,” sebutnya

Dari hasil interogasi kepada calon penumpang tersebut, ternyata mereka tidak menjalani pemeriksaan rapid test antigen sesuai prosedur dengan mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan.

“Mereka tidak di test mereka hanya diberi dokumen palsu itu,” terangnya.(*)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
Konflik Lahan Masjid di Bantabantaeng Tak Kunjung Tuntas, Mantan Pengurus Diancam Senjata Tajam
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09