Makassar, Pilarindonesia.com – Keberadaan sebuah tempat hiburan malam (THM), di Jalan Cendrawasih, Kota Makassar, menuai sorotan dari warga.
Pasalnya, THM itu satu dinding langsung dengan Taman Pendidikan Alqur’an (TPA) Sahabat Qur’an, dan di depannya terdapat tempat kebaktian umat Kristen.
Jumzar Rachman, pemilik TPA, mengaku sangat menyayangkan pihak Pemerintah Kota Makassar yang tidak bisa mengambil tindakan tegas.
“Keluhan kami soal keberadaan THM ini sudah sampai di tingkat RT, RW, Lurah, Camat, bahkan anggota Dewan, tetapi tidak ada penyelesaian,” ujarnya kepada Pilarindonesia.com, Rabu, 11 Februari 2026.
Beberapa hari lalu, bersama sejumlah pemuda, Jumzar melakukan unjuk rasa mengecam keberadaan THM itu.
“Sampai titik darah penghabisan akan kami tolak dan kecam keberadaan THM BWS ini,” tegasnya.

Menurut Jumzar, suara live music sampai tembus ke rumahnya, yang berada di belakang THM tersebut.
“Coba kita bayangkan, ada anak-anak TPA mengaji. Kemudian, ada orang kebaktian di depan, dan THM itu beroperasi. Bahkan, warga sering melihat aktivitas minuman keras dan wanita-wanita berpakaian minim masuk ke situ,” terangnya.
TPA milik Jumzar telat berjalan selama lebih 20 tahun di bawah naungan Pusat Pendidikan Alqur’an.
“Kami berharap THM itu tidak beroperasi selama Bulan Suci Ramadhan, dan kalau bisa, jangan beroperasi selama-lamanya,” kata Jumzar.

Editor : Irfan






