
Sorong, Pilarindonesia.com — Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong berkolaborasi dengan Universitas Papua (UNIPA) melaksanakan kegiatan Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) di Kampung Malagusa, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan ini melibatkan dua kelompok masyarakat binaan, yakni UMKM Sinagi Papua dan UMKM Olomfagu, sebagai bentuk implementasi pengabdian berbasis inovasi dan teknologi tepat guna.
Kegiatan ini mengangkat tema “Penerapan Inovasi dan Teknologi Hasil Olahan Pangan Khas Papua Berbasis Sociopreneurship untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kampung Malagusa.”
Ketua Tim Pelaksana, Hardiman Faramit Sanaba, menjelaskan bahwa pelatihan dan pendampingan berfokus pada penguatan manajemen kelompok usaha, branding kemasan, digitalisasi pemasaran, hingga peningkatan kualitas produksi Sinagi Papua.
“Pelatihan hari ini bisa menjadi bekal bagi pelaku UMKM dalam kelompok Olomfagu dan Sinagi Papua agar bisa meningkatkan omset. Selain pemasaran, kita fokus pada penguatan kelembagaan agar masyarakat bisa tumbuh bersama,” terang Dosen Manajemen UNIMUDA Sorong tersebut.
Sementara itu, Ketua Tim Pendamping, Prof. Budi dari UNIPA, menambahkan bahwa penerapan teknologi seperti Solar Dryer mampu mengeringkan bahan baku garam nipah tiga kali lebih cepat daripada metode konvensional.

“Teknologi mesin parut sagu yang diterapkan dapat mengefisiensikan waktu produksi karena mesin ini dapat menggiling sagu beserta kulitnya. Ini akan sangat membantu para petani sagu yang ada di dusun-dusun,” jelas Guru Besar Pertanian UNIPA ini.
Adapun teknologi yang diberikan kepada mitra antara lain mesin parut sagu, penyaring pati sagu, vacuum sealer, website pemasaran, foto box produk, dan perangkat packaging.
Pendampingan juga mencakup penerapan inovasi digital seperti optimalisasi website dan e-commerce, SEO (Search Engine Optimization) agar produk mitra mudah ditemukan di halaman utama Google, serta pencatatan keuangan digital untuk mendukung tata kelola usaha yang lebih efisien.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Malagusa, Distrik Aimas — wilayah yang menjadi salah satu lokus prioritas percepatan pembangunan daerah tertinggal (RAN PPDT). Kampung ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti nipah, sagu, buah-buahan, dan umbi-umbian, namun masih menghadapi tantangan ekonomi dan sosial, termasuk tingginya angka stunting dan rendahnya pendapatan masyarakat.

Pelaksanaan Kosabangsa ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Sorong 2023–2026, terutama di bidang perekonomian dan pertanian.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif, penyerahan teknologi kepada masyarakat mitra, serta foto bersama seluruh peserta dan tim pelaksana.

Di akhir acara, Tim Pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Dikti Saintek atas dukungan pendanaan yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana dengan baik.
“Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi masyarakat berbasis sociopreneurship dan inovasi teknologi yang berkelanjutan di Kampung Malagusa,” tutup Hardiman.

Editor : Juminah






