GMNI Kalbar Menjadi Narasumber Peringatan Tragedi Nakba, Jelaskan Makna Pembelaan Terhadap Palestina

- Penulis Berita

Minggu, 18 Mei 2025 - 08:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak, Pilarindonesia.com – Mahasiswa dari berbagai kampus dan fakultas di Pontianak berkumpul di Taman Digulis.

Pada Sabtu sore itu (17/5/2025), Universitas Tanjungpura Students for Justice in Palestine (Untan SJP) menggelar kegiatan peringatan tragedi Nakba yang terjadi pada 15 Mei 1948 di Palestina. Bertajuk “Nakba: Tak Akan Dilupakan, Mereka Harus Dikembalikan”.

“Kita memperingatinya karena secara resmi PBB pun memperingatinya sebagaimana mandat Majelis Umum-nya. Inilah awal mula tragedi kemanusiaan di Palestina yang terus berlanjut hingga hari ini. Satu hari yang mengubah sejarah jutaan nyawa, awal mula pengusiran besar-besaran. Dan kini menyisakan pengungsian di mana-mana, bahkan yang masih di Palestina pun terus diserang hingga mengungsi. Semua itu dalam rangka pengusiran paksa penduduknya demi berdirinya negara ilegal Israel. Sesuai tema, kita ingin tegaskan bahwa tragedi itu tak akan kita lupakan, dan mereka yang terusir dari tanah airnya tetap punya hak untuk kembali,” ungkap Shidqey selaku Koordinator Untan SJP.

Hadir sebagai pembicara, yakni Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), Immada Ichsani, dan Ketua Dewan Pengurus Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Barat, Cesar Marchelo.

Selain itu, juga hadir Presiden Mahasiswa Polnep, Syariful Hidayatullah, dan Wakil Presiden Mahasiswa Untan, Muhammad Irsan Hidayat.

Kegiatan dibuka langsung dengan pidato kunci dari Presiden Polnep, Syariful Hidayatullah, yang menjelaskan sikap mahasiswa terkait tragedi kemanusiaan di Palestina.

“Kita berkumpul dengan hati nurani dan keresahan yang sama,” ujarnya.

Immada Ichsani, yang hari-harinya merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), menegaskan hal yang sama.

“Kita membela Palestina, tidak hanya sebagai insan beriman, tetapi juga sebagai warga masyarakat yang taat terhadap konstitusi yang ada di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD GMNI Kalbar, Cesar Marchelo, menyatakan sikapnya untuk membela kemanusiaan di Palestina.

“Saya baru pertama kali berbicara di forum kepalestinaan, dan sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan,” bukanya.

“Saya Katolik, bukan muslim. Paus saya selalu mendukung kemerdekaan Palestina. Selalu support bantuan ke Palestina. Mobilnya menjadi fasilitas kesehatan berjalan untuk Palestina. Saya mendukung atas dasar Bung Karno dan agama saya. Karena ini bukan kejahatan agama, tapi kejahatan kemanusiaan internasional,” tambahnya.

Cesar pun mengingatkan, bahwa kondisi di Palestina bukan saja perang yang punya dua kemungkinan, namun merupakan pembantaian yang tak ada pilihan. “Kita dulu berteriak merdeka atau mati, tapi orang Palestina tidak bisa berteriak merdeka atau mati, tapi dipaksa untuk mati,” pungkasnya.

Kegiatan memperingati 77 tahun tragedi Nakba sore itu diisi juga dengan penampilan sape oleh Derry Fawwaz dan Ayesha Fadzilla.

Keduanya membawakan lagu Gaza Tonight dan Leleng yang menggambarkan kebingungan bangsa Palestina karena diusir dari tanah airnya sendiri.

Peserta membawa tenda, perkakas dapur dan perlengkapan tidur sebagai simbol pengungsian, krisis pangan dan hilangnya tempat tinggal.

Facebook Comments Box

Editor : Irfan Jurnalis

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09