Warga Romang Lompoa Gowa Tolak Pembangunan Dua Gereja

- Penulis Berita

Selasa, 16 Juli 2024 - 07:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berdemo menolak pembangunan gereja, di depan kantor Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Senin (15/7/2024).

Warga berdemo menolak pembangunan gereja, di depan kantor Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Senin (15/7/2024).

Gowa, Pilarindonesia.com – Warga Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menolak pembangunan dua unit rumah ibadah gereja di lingkungan mereka.

Dua gereja yang akan dibangun itu, yakni Gereja Filadelfia, yang mengambil lokasi di Jalan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa, dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan, yang berlokasi di samping Danau Mawang.

Menurut Aburizal, SH., salah seorang warga, mereka kaget dan mulai mengetahui pembangunan gereja itu saat Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, datang melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Gereja Filadelfia, beberapa waktu yang lalu.

“Kami kemudian datang mengecek dan menanyakan serta membagikan kuesioner ke warga yang berada di sekitar lokasi pembangunan gereja, rata-rata mereka tidak setuju ternyata,” ujarnya kepada Pilarindonesia.com, Selasa, 16 Juli 2024.

Bahkan, informasi yang diperoleh Aburizal, pihak Lurah Romang Lompoa tidak pernah melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada warga perihal rencana pembangunan gereja itu.

Aburizal mengaku sempat melakukan somasi 2X24 jam kepada Lurah Romang Lompoa agar dilakukan pertemuan dialog dalam menyikapi persoalan tersebut, namun dianggapnya tak ada itikad baik dan penghormatan hukum dari lurah.

Akhirnya, Aburizal bersama ratusan warga lainnya dari kalangan tokoh masyarakat dan kelompok Ormas Islam, dengan mengatasnamakan Aliansi Pemuda Bontomarannu, menggelar aksi damai bertajuk “Tolak Pembangunan Rumah Ibadat Filadelfia dan Gereja Huria Batak Kristen Protestan”, di Kantor Lurah Romang Lompoa, Senin kemarin (15/7/2024).

“Selama dua jam kami berorasi, Lurah Romang Lompoa awalnya tidak berani keluar menemui kami. Nanti setelah didampingi oleh pihak kepolisian, baru berani keluar,” ujar Aburizal, yang bertindak sebagai jenderal lapangan dalam demo itu.

Terungkap Fakta

Menurut Aburizal, terungkap dalam dialog bersama Lurah Romang Lompoa dan pihak Tripika Kecamatan Bontomarannu, diduga terjadinya penggunaan data fiktif berupa 60 kartu tanda penduduk (KTP) milik warga yang dijadikan sebagai persyaratan dukungan pembangunan gereja.

Bahkan, kata Aburizal, ada warga Lansia yang ikut berdialog, mengaku disuruh tanda tangan oleh pihak gereja, namun yang bersangkutan tidak tahu menahu kalau tanda tangan itu sebagai bukti persetujuan dukungan pembangunan gereja.

“Karena warga lansia ini buta huruf, nda tau membaca. Hanya disuruh tanda tangan. Terkait data dukungan 60 KTP warga Romang Lompoa, kami menduga data fiktir atau manipulasi data karena pihak kelurahan tidak transparan terkait data tersebut. Kami menduga sengaja diadakan data fiktif dan pemufatan jahat, sehingga kami akan menempuh jalur hukum selanjutnya,” terang Aburizal.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09