Makassar, Pilarindonesia.com – Aliansi Penjaga Ulama dan Ummat Islam Sulawesi Selatan menyikapi upaya tindakan pembatalan kehadiran Ustadz Khalid Basalamah yang akan membawakan tabligh akbar di Kota Makassar.

Menurut Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, juru bicara dari aliansi itu, persoalan tersebut mesti dianalis dengan pemikiran yang jernih serta mengedepankan sikap arif dan bijaksana.
Dia menganggap, beredarnya info tentang adanya upaya pembatalan ceramah Ustadz Khalid Basalamah di Kota Makassar mengundang keprihatinan dan ketidak nyamanan.
“Sehingga, kami dari Aliansi Penjaga Ulama dan Ummat Islam Sulsel mengimbau dan mengajak kepada seluruh elemen ummat dan bangsa, terkhusus di Kota Makassar, mari kita senantiasa menjaga ukhuwah, persaudaraan dan kebersamaan,” kata Ustadz Ikhwan saat memberikan pernyataan kepada media dan jajaran aparat TNI dan Polri, yang didampingi sejumlah aktivis Ormas Islam, di Warkop Identitas, Bukit Baruga, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa sore, 27 Februari 2024.
Ustadz Khalid Basalamah sedianya akan membawakan ceramah di beberapa tempat di Kota Makassar pada akhir pekan ini, salah satunya di Masjid Raya Makassar. Belakangan muncul penolakan dan pembatalan di tempat itu.
Ustadz Ikhwan mengatakan, Kota Makassar yang sudah berumur ratusan tahun, suasananya selalu terjaga dengan tertib dan kondusif, sehingga situasi ini yang harus mampu terpelihara dengan baik.
“Apalagi kita sama-sama ketahui bahwa masyarakat Bugis-Makassar selalu mengedepankan prinsip sipakatau (memanusiakan manusia/saling menghormati), sipakalebbi (saling memuliakan) dan sipakainge (saling mengingatkan),” tuturnya.
Selain itu, Ustadz Ikhwan, yang berteman akrab dengan Ustadz Khalid Basalamah, menyampaikan Ustadz Khalid Basalamah adalah aset bangsa Indonesia, terkhusus aset kebanggaan Kota Makassar, karena dia merupakan putra daerah.
“Ayahanda beliau, KH Zeed Abdullah Basalamah, semasa hidup, terlalu banyak kebaikan telah dilahirkan di kota ini, paman beliau. Bahkan kakek beliau, KH Abdullah Basalamah. Jadi, kami meminta kepada Pemkot Makassar, Polrestabes Makassar, dan pihak lainnya untuk memberikan kesempatan kepada Ustadz Khalid berkontribusi kepada daerah ini,” ujarnya.
Ustadz Ikhwan menjelaskan, dalam pemahaman agama tentu banyak perbedaan pandangan, namun semestinya harus mampu ditolerir demi kepentingan bersama dan orang banyak.
“Dengan izin Allah dan pertolongan dari Allah, kami menjamin bahwa apa-apa yang akan disampaikan Ustadz Khalid Basalamah tentu akan memiliki manfaat. Dan, kami percaya dengan para tokoh yang ada di Kota Makassar bahwa mereka sudah terbiasa dengan perbedaaan persepsi dan bisa ditolerir,” terangnya.
Dalam kesempatan itu hadir KH Said Abd Shamad, Lc., Ustadz Muchtar Daeng Lau, Ustadz Farid Ma’ruf Nur, H Siddiq As Sholeh, beserta sejumlah aktivis Islam lainnya.