
Jeneponto, Pilarindonesia.com – Sebanyak 200-an santri, termasuk pendamping dan para ustadz pembina, yang berasal dari sejumlah lembaga penghafal (tahfiz) Kitab Suci Alqur’an yang tergabung di Tahfiz Bersatu se-Sulawesi Selatan, dilatih kesiapsiagaan bencana, di Agrowisata Bontolojong, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, sejak Kamis kemarin hingga Sabtu besok (26/8/2023).

Pada acara pembukaan yang digelar Kamis kemarin di lokasi yang memiliki panorama alam yang indah, asri nan alami serta udara dingin itu, para santri peserta pendidikan dan latihan (Diklat) siaga bencana tersebut melakukan upacara pengibaran bendera Merah Putih yang dipimpin langsung Ustadz Rahmat Al Kautsar selaku founder dari Rumah Tahfiz Gratis Al Kautsar.
Para peserta Diklat rata-rata remaja yang berstatus santri penghafal Alqur’an di sejumlah lembaga tahfiz yang tergabung di Tahfiz Bersatu, di antaranya Rumah Tahfiz Al Kautsar dan Rumah Tahfiz Patawali bin Abdullahi.
Di lokasi pelatihan, selain para santri dilatih fisik, mental dan pengetahuan mereka tentang bencana alam serta apa-apa saja yang harus dilakukan saat berada di tempat kejadian apabila terjadi bencana, mereka juga diajari tentang kerjasama dan kekompakan serta persaudaraan. Juga ada pelatihan kewirausahaan.
Kegiatan itu sudah seringkali digelar Rumah Tahfiz Al Kautsar. Bahkan, Tahfiz Al Kautsar juga sudah berulang kali mengutus dan mengerahkan Relawan Penghafal Alqur’an setiap ada bencana alam, seperti yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu yang lalu.